Logo Header Antaranews Kaltara

Kakanwil Kemenag Kaltara: Madrasah sebagai Pusat Lahirnya Generasi Berilmu dan Berakhlak

Minggu, 3 Mei 2026 16:05 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltara Muh. Saleh. (ANTARA/HO-Kemenag)

Tanjung Selor (ANTARA) - Suasana penuh makna menyelimuti peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Lingkungan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor, Sabtu (2/5).

Peringatan ini dipusatkan di MAN Bulungan Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi dan harapan bagi masa depan pendidikan, khususnya madrasah.

Dalam suasana yang hangat dan sarat nilai, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kaltara Muh. Saleh menyampaikan harapan strategis sekaligus penegasan pentingnya penguatan karakter melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan ruh Panca Cinta.

Ia menegaskan bahwa madrasah harus terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan generasi unggul tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, akhlak, dan spiritualitas.

Menurutnya, integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta didik yang berintegritas dan berdaya saing global.

Sejalan dengan itu, implementasi Panca Cinta menjadi inti dalam proses pendidikan di madrasah. Nilai pertama, cinta kepada Allah SWT, diwujudkan melalui penguatan keimanan, ketakwaan, serta kesadaran bahwa seluruh aktivitas belajar adalah bagian dari ibadah.

Nilai kedua, cinta kepada Rasulullah SAW, dihadirkan melalui keteladanan akhlakul karimah seperti kejujuran, amanah, disiplin, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Selanjutnya, cinta kepada sesama manusia menjadi landasan dalam membangun sikap empati, toleransi, dan gotong royong. Nilai ini sekaligus memperkuat moderasi beragama dan harmoni sosial di lingkungan madrasah.

Adapun cinta kepada lingkungan (alam) ditanamkan melalui kepedulian terhadap kelestarian bumi, di antaranya melalui program Madrasah Hijau (Go Green) dan pembiasaan hidup bersih serta hemat energi.

Sementara itu, cinta kepada bangsa dan negara diwujudkan dalam semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta komitmen untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia dengan menjunjung tinggi persatuan.

Kakanwil menekankan bahwa Panca Cinta bukan sekadar konsep, melainkan harus diimplementasikan secara nyata dalam seluruh aspek kehidupan Madrasah mulai dari pembelajaran di kelas, budaya madrasah, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Selain penguatan karakter, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam menghadapi transformasi digital.

Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dinilai menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan dalam dunia pendidikan saat ini.

“Transformasi digital di madrasah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Di sisi lain, penguatan tata kelola dan budaya kerja berintegritas turut menjadi perhatian, dengan dorongan kepada seluruh satuan kerja untuk membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Inovasi juga terus didorong melalui berbagai program unggulan seperti Madrasah Digital, Madrasah Hijau, serta penguatan literasi dan numerasi, guna mewujudkan madrasah yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Mengakhiri pesannya, Kakanwil mengajak seluruh pemangku kepentingan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun pendidikan madrasah yang unggul, inklusif, dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah jalan utama membangun peradaban. Madrasah harus menjadi pusat lahirnya generasi emas yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Hardiknas 2026 di Kaltara pun menjadi penegas bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses menanam nilai. Dari Panca Cinta, madrasah menumbuhkan harapan melahirkan generasi masa depan yang cerdas, peduli, dan berkarakter kuat.
Baca juga: Dari Perbatasan untuk Indonesia: Kisah Pengabdian Guru Agama di Hari Pendidikan Nasional 2026
Baca juga: Menanam Cinta di Ruang Kelas: Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta di Nunukan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026