Tanjung Selor (ANTARA) - Melalui Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2026, Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan konsisten melestarikan olahraga dan permainan tradisional sebagai warisan para leluhur.

“Tentu ini adalah agenda rutin tahunan yang harus kita laksanakan dan terus kita hidupkan di Kabupaten Bulungan untuk memastikan pelestarian berbagai macam cabang olahraga yang sudah pernah dilaksanakan ataupun yang menjadi warisan dari para leluhur, orang-orang tua dan nenek moyang kita,” ujarnya di Kebun Raya Bundayati, Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu.

Dirinya berharap, PKD Kabupaten Bulungan Tahun 2026 yang menggelar berbagai lomba serta permainan tradisional tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Bulungan terus dihidupkan untuk terus dilestarikan bersama-sama.

“Saya sangat berbahagia karena PKD tahun ini diikuti lebih dari 300 peserta dan diikuti oleh 10 kecamatan se-Kabupaten Bulungan,” ungkapnya.

Walaupun dengan berbagai tantangan transportasi dan geografis menuju ibu kota kabupaten, peserta dari sepuluh kecamatan tetap hadir dan ikut. Oleh sebab itu, tegasnya lagi, kompetisi di PKD ini bukan hanya sekadar lomba atau pertandingan yang digelar, namun harus dijadikan sebagai ajang untuk saling kenal, dan bisa bersilaturahmi antar sesama pelajar, guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Bulungan.

“Melalui momentum kegiatan PKD ini, menjadi panggung dan wadah bagi anak-anak kita untuk saling bisa mengenal sesama pelajar, sesama siswa se-Kabupaten Bulungan yang tentu memiliki bakat dan potensi yang terus harus diasah dan pertahankan yang nanti kita harapkan mampu membawa nama baik dan harum Kabupaten Bulungan baik pada tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian olahraga serta permainan tradisional, Syarwani berjanji akan membuat kegiatan serupa pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang dirangkaikan Hari Jadi Kabupaten Bulungan Tahun 2026 nanti.

“Insya Allah saya sampaikan kepada adik-adik dan anak-anakku semuanya, nanti melalui kegiatan peringatan Haornas yang diperkirakan sekitar bulan September, kita nanti akan masuk momentum hari jadi Kabupaten Bulungan yang dirangkai dengan kegiatan Festival Sungai Kayan di tahun 2026, kegiatan serupa akan kita laksanakan,” tuturnya.

Bupati mengaku sudah menyampaikan ke panitia agar lomba-lomba tradisional seperti menyumpit yang hanya ada kategori dewasa atau orang tua, pada tahun ini harus ada kategori khusus pelajar. Itu sebagai bentuk konsistensi melibatkan generasi muda untuk melestarikan olahraga dan permainan tradisional.

“Saya sudah titip kepada panitia bahwa lomba menyumpit dan gasing tidak hanya nanti dilombakan oleh orang-orang tua, tapi saya tentu berharap ada kelas khusus untuk pelajar antar siswa se-Kabupaten Bulungan,” pungkasnya.