Tanjung Selor (ANTARA) - Salah seorang pemilik peternakan lokal di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) merasa senang dan bangga karena Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto membeli Tiga sapinya untuk hewan kurban di Kaltara.

“Alhamdulillah senang dan bangga tentunya karena tiga sapi kami dibeli oleh Bapak Presiden melalui Deputi Kepresidenan, ujar Sobirin, Pemilik Berkah Angon Farm, di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kamis.

Sobirin mengatakan, tiga sapi tersebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dan Malinau yang kemudian diserahkan kepada masyarakat melalui masjid-masjid yang ditunjuk.

“Yang provinsi itu sapi jenis PO (Peranakan Ongole) seberat 800 kilogram (kg), untuk Kabupaten Bulungan jenis Simmental beratnya sama sekitar 800 kg juga dan Kabupaten Malinau itu jenis limosin seberat kurang lebih 700 kg,” ungkapnya.

Karena sapi kurban untuk bantuan dari Presiden, maka kata Sobirin yang mengaku sejak tahun 2012 beternak dan menjual sapi untuk kurban ini, harus memenuhi banyak syarat.

“Syaratnya agak lumayan. Pokoknya harus melalui seleksi dari yang baik dan lebih terbaik. Yang pertama itu terberat, kedua kesehatannya harus bagus dan ketiga pokoknya harus dirawat dengan baik-baik karena itu kan untuk Bapak Prabowo Subianto,” katanya.

Tahun ini, lanjutnya, dia tidak hanya menyediakan hewan kurban untuk Presiden, ia juga menyediakan hewan kurban untuk pemerintahan dan masyarakat umum, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan.

“Sapi jenis brahman limosin seberat 850 kg yang diserahkan Bapak Gubernur Kaltara untuk Masjid At Tawwab juga dari peternakan kami,” ujarnya.

Ada sekitar sepuluh ekor sapi besar jenis PO, simmental dan limosin yang tahun ini ia jual dari jumlah keseluruhan sapi sekitar 40-50 ekor yang terjual.

Memang, kata dia, tahun ini pembelian hewan kurban agak berkurang dari tahun sebelumnya. Menurutnya bisa saja karena di pemerintahan lagi efisiensi dan juga karena adanya gejolak ekonomi dunia akibat perang di luar negeri. Namun dia mengaku omzet penjualan hewan kurban tahun ini sekitar Rp500 jutaan.

“Banyak, tapi masih banyak tahun kemarin terjualnya. Dari 100 persen yang kami sediakan, paling 70 persen yang terjual mulai sapi besar sampai jenis sapi Balinya,” tutur dia.

Namun ia bersyukur pemerintah memperhatikan mereka dengan membeli hewan kurban dari peternak lokal dan itu sesuai harapan serta permintaan para peternak lokal.

“Dengan membeli hasil ternak lokal lebih terasa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Jangan untuk pedagang saja,” ujar Sobirin.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten yang telah mendampingi peternak dalam mengembangkan peternakan di Kaltara.

“Kita ada pendampingan dari dinas terkait dan ada dokter hewannya juga datang memvaksin serta memberi arahan-arahan. Alhamdulillah kita dibantu,” ucapnya.

Selain itu, pria berusia 43 tahun dan peternakannya berada di Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas ini mengaku juga dibantu oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pinjaman modal tahunan.

“Kami peternak ini bekerja sama dengan BRI semacam pinjaman tahunan. Setelah habis Idul Adha kami kembalikan lagi. Nanti kami pinjam lagi untuk pelihara satu tahun kemudian,” tutupnya.
Baca juga: Warga RT 10-11 Desa Malinau Kota Nikmati Daging Sapi Dari Presiden RI
Baca juga: Masjid Jami Habib Ahmad Alkaf Terima Hewan Kurban dari Presiden RI