Logo Header Antaranews Kaltara

Wujudkan Kaltara Provinsi Energi berbasis Konservasi

Rabu, 3 Agustus 2016 14:47 WIB
Image Print
KENANG-KENANGAN : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan cenderamata kepada Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Arief Mahmud, di Auditorium Unikal, Selasa (2/8). (d

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie menginginkan provinsitermuda di Indonesia ini menjadi provinsi energi berbasis konservasi. Pasalnya,Kaltara memiliki 1,3 jutahektar hutan konservasi serta 1,6 juta hutan lindung perlu dimanfaatkan secarabaik.

Kalau itu bisa kita manfaatkan denganbaik, ini dapat menjadi warisan yang baik bagi generasi kita yang akan datang, ujar Irianto saat memberikan sambutan pada acara Heart of Borneo(HoB) Green Ecotourism Workshop di Auditorium Universitas Kaltara, Selasa(2/8).

Untuk mencapai itu, Gubernur mengajak pentingnya inovasi dan kreasi,komunikasi dengan memperluas koneksi serta memanfaatkan teknologi. Upayatersebut harus bersinergi dengan pengetahuan sumber daya manusia dalampercepatan pembangunan.

Empat hal tersebut adalah faktor penunjang keberhasilan, salahsatunnya dalam mengembangkan pariwisata yang termasuk dalam ekonomi kreatif.Salah satunya mengembangkan potensi wisata, jelasnya.

Menurut Gubernur, Heart of Borneo menjadi perhatian seriuspemerintah Indonesia. Bahkan pemerintah Indonesia sudah menetapkannya di dalamRencana Tata Ruang Wilayah Nasional dengan menerbitkan peraturan pemerintahnomor 26 tahun 2008.

Heart of Borneo merupakan hal wajib yang perlu dilakukan. Karenaitu pemerintah harus menyeriusi perkembangannya, jelas Irianto. Kawasan Heartof Borneo ini menjadi kawasan strategis nasional (KSN) perbatasan, yangdisepakati oleh tiga negara.

Berdasarkan data Tata Ruang Nasional, Kawasan Strategis NasionalHeart of Borneo memiliki total luas 16 juta hektare (ha). Sementara Kaltara,memiliki luas 5 juta dari total luas wilayah. Artinya, provinsi ke 34 diIndonesia ini memiliki kontribusi sebesar 22 persen dalam upaya pengembangan Heartof Borneo.

Kita akan membangun Kaltara dengan memanfaatkan sumber daya alamsecara baik dengan tujuan menyejahterakan masyarakat lokal, sebut Irianto.

Gubernur mengajak untuk dapat lebih memanfaatkan sumber daya alam(SDA) dan energi lainnya untuk dapat menjadi alternatif suplai tenaga listrikbagi Indonesia. Hal itu perlu ditunjang dengan pemanfaatan teknologi yangtepat.

Dengan begitu, maka saya percaya Indonesia dan juga Kalimantan akanterbebas dari krisis energi, jelasnya.

Gubernur berpesan agar lokakarya tahun ini dapat membuka pikiranseluruh peserta sehingga dapat bermanfaat dan memberikan hasil yang jauh lebihbaik lagi. Mari jadikan forum ini sebagai forum untuk membangun networkingyang baik, mengingat peserta dan pembicara tidak hanya dari Kalimantan tapijuga dari luar Kalimantan dan bahkan dari luar negara kita, tuntas Irianto.



Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026