
Pemprov Kaltara--Malaysia Perkuat Kerja Sama di Wilayah Perbatasan

Malinau (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan perwakilan Malaysia akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam upaya memperkuat kerja sama di wilayah perbatasan di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau, Rabu (25/3).
"Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatannya di wilayah adat Long Nawang. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas negara menjadi peluang penting untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga harmoni dan stabilitas kawasan perbatasan," kata Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala di Malinau, Senin.
Dia menjelaskan bahwa pertemuan ini akan dihadiri berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh adat, hingga perwakilan dari Malaysia.
Dari Indonesia, hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala dan Bupati Malinau Wempi W. Mawa bersama Lembaga Adat Besar Apau Kayan dan masyarakat adat.
Sementara dari Malaysia, dijadwalkan hadir Wakil Menteri Digital Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, serta perwakilan Lab Pacuan Empat Roda L4xN4 Bahagian Ketujuh Kapit, Petrus Tomas Disos beserta rombongan bersama rombongan dari Sarawak.
Menurut Ibau Ala, pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat hubungan bilateral di wilayah perbatasan, khususnya dalam aspek sosial budaya, ekonomi hingga pengelolaan kawasan perbatasan yang melibatkan masyarakat adat di kedua negara.
Ia menuturkan, hubungan masyarakat Dayak di Indonesia dan Malaysia sudah terjalin lama sebagai satu rumpun.
Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat kembali silaturahmi lintas batas, katanya.
"Warga Perbatasan berharap, pertemuan ini dapat menghasilkan kesepahaman bersama dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil seperti Apau Kayan," kata Ibau Ala.
Ibau Ala juga menekankan pentingnya pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dan khususnya dari pihak Malaysia, agar segera direalisasikan.
“PLBN dari Malaysia agar bisa segera dibangun, karena ini penting menjadi pintu resmi bagi masyarakat perbatasan. Kami berharap pemerintah Malaysia bisa memberikan perhatian," ujarnya.
Lebih dari itu, kehadiran PLBN diyakini akan membawa dampak besar, mulai dari peningkatan ekonomi hingga percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil seperti Apau Kayan, katanya.
“Kalau PLBN sudah ada, ekonomi pasti ikut bergerak dan pembangunan infrastruktur juga akan menyusul,” kata Ibau Ala.
Dia mengharapkan, pertemuan ini bukan sekadar diskusi, tetapi menjadi langkah nyata menuju perbatasan yang lebih maju dan sejahtera.
Baca juga: Arus Mudik 2026, Polda Kaltara Perketat Pengawasan di Perbatasan
Baca juga: Kapolda Kaltara Pastikan Kesiapan Personel Operasi Ketupat Kayan di Perbatasan
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
