
Bank Indonesia Gelar Capacity Building Opinion Maker di Malang

Malang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan di Hotel Santika Malang, Rabu (6/5) sebagai upaya selaraskan komunikasi publik dan memperkuat strategi diseminasi informasi,
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kemampuan para opinion maker dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat.
Di tengah derasnya arus informasi digital, peran opinion maker dinilai semakin penting dalam membentuk persepsi publik sekaligus menjaga stabilitas informasi di daerah.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H. Wl mengatakan kegiatan tersebut penting guna memperkuat kapasitas seluruh pihak dalam menghadapi kondisi yang penuh dinamika.
“Kita perlu memperluas wawasan dan membangun jejaring komunikasi untuk memahami kondisi ekonomi nasional, khususnya yang berdampak pada wilayah Kalimantan,” kata Aloysius.
Ia menjelaskan, saat ini pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih sangat dinamis.
Kondisi tersebut tidak dapat direspons hanya melalui kebijakan Bank Indonesia semata, tetapi membutuhkan pemahaman bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Perlu ada kesamaan persepsi dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Bagaimana kita bersama-sama mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, baik saat ini maupun ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah stabilisasi. Namun demikian, dukungan masyarakat juga menjadi faktor penting, antara lain melalui peningkatan penggunaan rupiah dalam berbagai transaksi.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan bagi jurnalis dan opinion maker dalam menyampaikan informasi yang objektif dan komprehensif.
“Tantangan kita adalah bagaimana memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, sehingga mereka dapat melihat fenomena yang terjadi secara lebih objektif dan tidak hanya dari satu perspektif,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi publik yang efektif melalui kolaborasi antara media, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui jejaring yang dibangun, diharapkan setiap informasi dapat dikonfirmasi dengan baik, sehingga tidak ditelan mentah-mentah. Kita perlu mengkalibrasi informasi agar kepercayaan publik dapat terus terjaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BI juga menegaskan pentingnya respons kebijakan yang konsisten, preventif, dan terukur untuk menjaga ketahanan ekonomi domestik, khususnya di wilayah Kalimantan, di tengah meningkatnya ketidakpastian global, tekanan nilai tukar, fluktuasi harga komoditas, serta dinamika perdagangan internasional.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Guru Besar Universitas Brawijaya Malang, Prof. Gunawan Prayitno, Redaktur Pelaksana Investigasidan Kepala Tempo Media Lab
Stefanus Pramono serta pemimpin redaksi media, akademisi dan para jurnalis di wilayah Kalimantan.
Baca juga: KaShaFa 2026 Dorong Penguatan Halal Value Chain di Kaltara
Baca juga: Bank Indonesia: Sektor Pertanian Berperan Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
