Logo Header Antaranews Kaltara

Pemprov Kaltara Percepat Pembangunan Infrastruktur Jalan Perbatasan

Minggu, 5 Juli 2026 09:57 WIB
Image Print
Didampingi pejabat dari wilayah Kaltim dan Kaltara, Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala menyusuri jalan di wilayah perbatasan Kaltim-Kaltara, Kamis (2/7/2026). (ANTARA/HO-DKISP Kaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala melakukan kunjungan kerja di wilayah perbatasan dan pedalaman Kaltara sebagai upaya mempercepat pembangunan infrastruktur jalan penghubung Kaltara dan Kalimantan Timur (Kaltim).

“Kamis (2/7) lalu kami meninjau langsung jalan di wilayah perbatasan dan pedalaman yang menghubungkan Kaltara dan Kaltim (Kalimantan Timur),” ujar Wagub Kaltara, Ingkong Ala, di Tanjung Selor, Minggu.

Ingkong menyebutkan dengan mengunjungi dan melihat langsung serta merasakan kondisi jalan, maka bisa menjadi bahan evaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk mempercepat pembangunan serta langkah apa yang dilakukan selanjutnya.

Karena itu ia harus berjibaku dari Kaltim melewati jalan berlumpur, tanjakan curam, hingga ruas yang rusak parah untuk mencapai Kilometer (KM) 95 di jalur perbatasan Kaltim – Kaltara.

“Hasil tinjauan lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi Pemprov Kaltara untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Kaltim dan pihak perusahaan terkait perbaikan infrastruktur jalan perbatasan,” katanya.

Menurutnya kunjungan ini bukan sekadar kunjungan lapangan, namun menjadi upaya melihat langsung kondisi akses yang selama ini menjadi urat nadi penghubung masyarakat di wilayah perbatasan. Karena itu ia beserta rombongan menyusuri ruas jalan hingga ke titik yang selama ini dikenal memiliki medan paling berat.

“Kita sudah melihat sepanjang perjalanan, kendaraan beberapa kali terjebak di kubangan lumpur dan harus saling ditarik agar dapat kembali melaju,” tuturnya.

Medan yang sulit dilalui, lanjutnya, menjadi gambaran nyata tantangan yang setiap hari dihadapi masyarakat maupun pelaku usaha dalam mendistribusikan barang dan menjangkau wilayah perbatasan.

Karena itu ia menegaskan kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemprov Kaltara. Sebab, infrastruktur jalan yang memadai menjadi kunci untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

"Saya berharap ini menjadi langkah awal percepatan pembangunan perbaikan jalan akses perbatasan, agar konektivitas Kaltara-Kaltim semakin lancar dan tidak lagi menjadi kendala ekonomi masyarakat setempat," ujarnya.

Sebelumnya, Wagub Kaltara melakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, Selasa (30/6) di Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda dengan agenda memperkuat sinergi dalam upaya mempercepat pembangunan konektivitas antar wilayah.

Langkah dilakukan pertemuan ini diwujudkan melalui pembahasan pemanfaatan dan pemeliharaan ruas jalan utama yang menghubungkan kedua provinsi.

“Keberadaan ruas jalan merupakan urat nadi konektivitas antar provinsi yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, pengembangan kawasan perbatasan, pertumbuhan ekonomi daerah, serta pemerataan pembangunan,” katanya.

Ingkong menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi langkah-langkah percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi kepentingan bersama.

“Bagi Pemprov Kaltara, akses jalan menuju Kaltim merupakan salah satu prioritas dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman,” ungkapnya.

Pemprov Kaltara, kata Ingkong mengapresiasi komitmen Pemprov Kaltim yang terus mendukung penguatan kerja sama lintas daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat besar dalam menjaga kelancaran konektivitas dan distribusi logistik antarwilayah.

“Sebelumnya, komitmen kerja sama ini telah dituangkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Kaltim dan Pemprov Kaltara, pada 7 Agustus 2025 di Swiss Belhotel Tarakan,” terangnya.

Melalui kerja sama tersebut, pembangunan jalan perbatasan direncanakan menghubungkan Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim, sepanjang 120 kilometer dengan Kecamatan Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kaltara, sepanjang 22 kilometer.

Pemprov Kaltara berharap sinergi yang terus terjalin dengan Pemprov Kaltim mampu mempercepat terwujudnya konektivitas yang andal, sehingga dapat membuka akses ekonomi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat pembangunan di kawasan perbatasan.

“Melalui peninjauan langsung di lapangan ini, kami menegaskan komitmen untuk terus mengawal peningkatan konektivitas wilayah perbatasan sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Pemprov Kaltara Percepat Penyusunan Usulan DAK 2027
Baca juga: Wagub Perkuat Sinergi Kaltara-Kaltim untuk Akselerasi Konektivitas Perbatasan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026