23 siswa Kaltara kurang mampu ikut program Mengenal Nusantara
Selasa, 13 Agustus 2019 11:33 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara), Sigit Muryono pada acara "Pelepasan Siswa Mengenal Nusantara Tahun 2019" di Gedung Serba Guna Pemkot Tarakan, Selasa (13/08/2019). ANTARA/Susylo Asmalyah
Tarakan (ANTARA) - Sebanyak 23 siswa SMA dan SMK di Kalimantan Utara (Kaltara) kurang mampu mengikuti program "Mengenal Nusantara Tahun 2019" untuk mengikuti upacara HUT ke-74 RI di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Para siswa tersebut dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltara, Sigit Muryono di Gedung Serba Guna Pemkot Tarakan, Selasa.
"Sebanyak 23 siswa diantaranya ada tiga Siswa Luar Biasa (SLB), semuanya mewakili lima kabupaten/kota di Kaltara," kata Sigit.
Paling banyak siswa dari Tarakan yakni sembilan orang. Mereka yang terpilih adalah siswa berprestasi dan kurang mampu dan belum pernah naik pesawat.
"Para siswa akan mengikuti program Mengenal Nusantara selama 7-10 hari dan mengenalkan budaya khas Kaltara," kata Sigit.
Dia mengatakan bahwa dengan program "Mengenal Nusantara 2019", berarti siswa tidak hanya belajar dan membaca dari buku, tapi juga melihat langsung.
"Sebelumnya mereka (para siswa) sudah mempelajari tentang Kepri, untuk dapat beradaptasi dan mengadopsi. Karena mereka calon pemimpin 15 tahun mendatang," katanya.
Sementara itu, salah satu siswa yang mendapat kesempatan mengikuti program "Mengenal Nusantara Tahun 2019" yakni Gusti Prasetyo siswa SMA Negeri 2 Tarakan yang duduk di kelas 11.
Dia mengatakan seleksi yang dilakukan mengenai kemampuan dan prestasi
termasuk budaya. Para siswa akan mempromosikan budaya dan pariwisata.
"Diantaranya wisata kuliner, di Tarakan ini paling terkenal kuliner kepiting soka, yang cangkangnya bisa dimakan," kata Gusti.
Baca juga: DPD RI Kunjungi Kaltara--Disdik Sampaikan Beberapa Pesan
Para siswa tersebut dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kaltara, Sigit Muryono di Gedung Serba Guna Pemkot Tarakan, Selasa.
"Sebanyak 23 siswa diantaranya ada tiga Siswa Luar Biasa (SLB), semuanya mewakili lima kabupaten/kota di Kaltara," kata Sigit.
Paling banyak siswa dari Tarakan yakni sembilan orang. Mereka yang terpilih adalah siswa berprestasi dan kurang mampu dan belum pernah naik pesawat.
"Para siswa akan mengikuti program Mengenal Nusantara selama 7-10 hari dan mengenalkan budaya khas Kaltara," kata Sigit.
Dia mengatakan bahwa dengan program "Mengenal Nusantara 2019", berarti siswa tidak hanya belajar dan membaca dari buku, tapi juga melihat langsung.
"Sebelumnya mereka (para siswa) sudah mempelajari tentang Kepri, untuk dapat beradaptasi dan mengadopsi. Karena mereka calon pemimpin 15 tahun mendatang," katanya.
Sementara itu, salah satu siswa yang mendapat kesempatan mengikuti program "Mengenal Nusantara Tahun 2019" yakni Gusti Prasetyo siswa SMA Negeri 2 Tarakan yang duduk di kelas 11.
Dia mengatakan seleksi yang dilakukan mengenai kemampuan dan prestasi
termasuk budaya. Para siswa akan mempromosikan budaya dan pariwisata.
"Diantaranya wisata kuliner, di Tarakan ini paling terkenal kuliner kepiting soka, yang cangkangnya bisa dimakan," kata Gusti.
Baca juga: DPD RI Kunjungi Kaltara--Disdik Sampaikan Beberapa Pesan
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor : Susylo Asmalyah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengenal Badan Pengelola Investasi Danantara yang berbeda dengan Kementerian BUMN
23 October 2024 11:54 WIB, 2024
Pemilihan Putra-Putri Batik Nusantara digelar untuk cari duta promosi
21 August 2024 11:12 WIB, 2024
PT Topindo Niaga Nusantara Bekerjasama dengan Gabungan Kelompok Tani untuk Implementasi Digital Farming
04 May 2024 3:28 WIB, 2024
Kampung Bahari Nusantara di Tarakan meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir
15 May 2023 22:00 WIB, 2023