KPU Tarakan akan koordinasi dengan Disdukcapil
Kamis, 28 November 2019 19:17 WIB
Para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan jelang Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) di Tarakan, Kamis (29/11/2019). ANTARA/Susylo Asmalyah
Tarakan (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan mengantisipasi mobilisasi massa menjelang pemilihan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2020.
"Caranya, dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)," kata Jumaidah, anggota KPU Kota Tarakan Divisi Perencanaan Program dan Data, Jumaidah di Kantor KPU Tarakan, Kamis.
"Kita akan koordinasi dengan Disdukcapil, walaupun memiliki KTP tetap akan dilakukan verifikasi," ujarnya.
Selain itu, akan menunggu keputusan dari KPU RI terkait dengan pemilik KTP, namun mereka belum terdaftar pada saat pemilihan.
"Kami menunggu edaran dari KPU RI untuk mencegah mobilisasi massa saat pemilihan gubernur," kata Jumaidah.
Sementara itu, anggota KPU Kota Tarakan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, M.Taufik Akbar mengatakan bahwa Tarakan saat ini sudah masuk tahapan penggalangan dukungan untuk calon yang akan maju dari jalur perseorangan.
Adapun jumlah dukungan untuk jalur perseorangan sekitar 45 ribu suara se-Kaltara atau sekitar tiga kabupaten/kota.
Beberapa kategori yang dilarang memberikan dukungan untuk jalur perseorangan di antaranya anggota TNI/Polri, PNS dan KPU.
"Artinya bila ada petahana mau maju dari jalur perseorangan, kami dari KPU akan memperlakukan hal yang sama dengan pendatang baru," kata Taufik.
KPU Tarakan akan siapkan media center pada Januari 2020 nanti, dimana setiap minggu ada "coffee morning" bersama awak media, baik untuk media cetak, elektronik maupun online.
Media center adalah bagian dari salah satu program KPU dalam rangka menyampaikan informasi terbaru pada masyarakat Tarakan, khususnya tentang tahapan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara.
Baca juga: KPU Kota Tarakan usulkan pileg dan pilpres waktunya terpisah
Baca juga: Dana hibah pilkada Nunukan Rp28 miliar
Baca juga: KPUD Nunukan tunggu regulasi e-rekapitulasi
"Caranya, dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil)," kata Jumaidah, anggota KPU Kota Tarakan Divisi Perencanaan Program dan Data, Jumaidah di Kantor KPU Tarakan, Kamis.
"Kita akan koordinasi dengan Disdukcapil, walaupun memiliki KTP tetap akan dilakukan verifikasi," ujarnya.
Selain itu, akan menunggu keputusan dari KPU RI terkait dengan pemilik KTP, namun mereka belum terdaftar pada saat pemilihan.
"Kami menunggu edaran dari KPU RI untuk mencegah mobilisasi massa saat pemilihan gubernur," kata Jumaidah.
Sementara itu, anggota KPU Kota Tarakan Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, M.Taufik Akbar mengatakan bahwa Tarakan saat ini sudah masuk tahapan penggalangan dukungan untuk calon yang akan maju dari jalur perseorangan.
Adapun jumlah dukungan untuk jalur perseorangan sekitar 45 ribu suara se-Kaltara atau sekitar tiga kabupaten/kota.
Beberapa kategori yang dilarang memberikan dukungan untuk jalur perseorangan di antaranya anggota TNI/Polri, PNS dan KPU.
"Artinya bila ada petahana mau maju dari jalur perseorangan, kami dari KPU akan memperlakukan hal yang sama dengan pendatang baru," kata Taufik.
KPU Tarakan akan siapkan media center pada Januari 2020 nanti, dimana setiap minggu ada "coffee morning" bersama awak media, baik untuk media cetak, elektronik maupun online.
Media center adalah bagian dari salah satu program KPU dalam rangka menyampaikan informasi terbaru pada masyarakat Tarakan, khususnya tentang tahapan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara.
Baca juga: KPU Kota Tarakan usulkan pileg dan pilpres waktunya terpisah
Baca juga: Dana hibah pilkada Nunukan Rp28 miliar
Baca juga: KPUD Nunukan tunggu regulasi e-rekapitulasi
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polda Kaltara kerahkan 1178 personil untuk pengamanan pemungutan suara Pilkada 2024
25 November 2024 9:38 WIB, 2024
Strategi pencegahan Bawaslu Kaltara terhadap TPS rawan dan rekomendasi ke KPU
21 November 2024 16:20 WIB, 2024
Kesbangpol Kaltara akan sampaikan saran ke KPU terkait politik identitas yang dapat mengurangi partisipan Pilkada
07 November 2024 16:18 WIB, 2024
Persiapan debat ketiga Pilgub Kaltara, terdapat perbedaan di segmen 3 dan penambahan durasi 6 menit
07 November 2024 15:29 WIB, 2024
Dua TPS di Bulungan belum terpenuhi PTPS, terdapat syarat khusus dan perpanjang rekrutmen
29 October 2024 7:39 WIB, 2024
Terpopuler - Parlementaria & Politik
Lihat Juga
Gubernur Kaltara Harapkan Program Pokir DPRD Dapat jadi Instrumen Pembangunan
11 February 2026 8:11 WIB