Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menggiatkan permainan dan olahraga tradisional untuk anak-anak sebagai upaya mengurangi penggunaan gadget dan aktivitas di media sosial.
“Karena masifnya penggunaan teknologi, gadget dan media sosial, kita terus giatkan dan lestarikan permainan tradisional maupun olahraga tradisional sebagai upaya membentuk karakter anak-anak kita,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani, Minggu.
Menurutnya, selain sebagai upaya pelestarian permainan dan olahraga tradisional yang diwariskan oleh nenek moyang, juga sebagai langkah bersama menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS).
“Saya sudah berpesan kepada teman-teman kepala sekolah dan guru untuk mengawal anak-anak kita di tengah ancaman yang nyata hari ini, utamanya ancaman kemajuan teknologi,” katanya.
Jangan sampai, tegasnya, dengan melihat konten-konten yang beredar di media sosial, karakter anak-anak dan pola pikirnya rusak sehingga berdampak bagi masa depan mereka.
Salah satu langkah yang dilakukan oleh Pemkab Bulungan, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), ucap Syarwani, yaitu mengadakan perlombaan olahraga dan permainan tradisional.
“Kemarin di Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bulungan Tahun 2026, kita menggelar kompetisi olahraga dan permainan tradisional yang diikuti pelajar SD-SMP dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan,” ungkapnya.
“Tentu melalui kegiatan ini kita mempersatukan anak-anak di Kabupaten Bulungan melalui kegiatan olahraga dan permainan tradisional, sekaligus membangun karakter anak-anak kita dan juga sebagai upaya pelestarian olahraga maupun permainan tradisional,” tambahnya.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi, Syarwani juga memohon pendampingan serius dari guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Bulungan.
“Anak-anak kita harus kita kawal, supaya anak-anak kita tidak mudah disusupi, tidak mudah diracuni oleh berbagai macam konten yang muncul di berbagai macam pemberitaan atau media sosial yang tentunya itu berdampak buruk terhadap pendidikan karakter anak-anak kita,” tuturnya.
Baca juga: Pemkab Bulungan Konsisten Lestarikan Olahraga Tradisional
Baca juga: Buka Gerai di Mall Sarinah, Produk UMKM Kabupaten Bulungan Menasional