Tanjung Selor (ANTARA) - Bupati Bulungan, Syarwani menginginkan seluruh desa yang ada di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ada buku sejarah tentang lahirnya desa masing-masing.

Menurutnya, gagasan atau ide lahirnya buku sejarah tentang desa itu telah ia sampaikan pada momen-momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) desa.

“Dalam setiap kegiatan-kegiatan peringatan HUT desa, saya selalu menitipkan pesan agar ada buku yang dilahirkan dalam menuliskan sejarah lahirnya desa. Termasuk kemarin saat Mubes Lembaga Adat Dayak Kenyah juga saya sampaikan,” ujar Syarwani, Jumat.

Dari 74 desa yang ada di Kabupaten Bulungan, Syarwani belum menemukan adanya buku sejarah tentang lahirnya desa. Karena itulah setiap kesempatan ia selalu mendorong agar desa-desa membuatnya.

Menurut Syarwani, jika ingin berbicara melestarikan desa atau budaya, maka dengan adanya catatan sejarah akan menjadi salah satu upaya pelestarian.

“Buku atau catatan sejarah itu penting. Ini senantiasa selalu saya sampaikan kepada teman-teman kepala desa mumpung masih banyak orang-orang tua kita yang bisa menjadi tempat kita menggali informasi itu,” katanya.

Karena, lanjutnya, kalau pencatatan sejarah tentang desa melalui buku ini tidak dilakukan dengan sesegera, mungkin saja nantinya punya tafsir masing-masing dan berbeda.

Syarwani sangat berharap setiap desa dalam momentum HUT desanya, bisa dibacakan ulang sejarah lahirnya desa-desa yang ada di Kabupaten Bulungan.

“Saya berharap ketika desa ulang tahun, sama seperti kita membacakan narasi atau naskah lahirnya Kabupaten Bulungan yang setiap tanggal 12 Oktober kita laksanakan di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Adanya buku catatan sejarah ini, lanjutnya, tentu juga untuk memastikan agar desa-desa di Kabupaten Bulungan tidak kehilangan identitas.

Jika 74 desa se-Kabupaten Bulungan buku sejarah lahirnya desa ada, maka kata Syarwani, akan bisa dijadikan satu buku besar bersama bahwa desa-desa di Kabupaten Bulungan ini lahir ada sejarah yang dituliskan dan bisa diwariskan.

“Insya Allah adanya buku tentang sejarah desa-desa itu akan bisa menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak kita,” katanya.
Baca juga: Bantuan Hewan Kurban Pemkab Bulungan Berasal dari Peternak Lokal
Baca juga: Masjid Jami Habib Ahmad Alkaf Terima Hewan Kurban dari Presiden RI