Daya tarik panganan tradisional kampung arab

id takjil kampung arab

Pasar ramadhan Kampung Arab (datiz)

Tanjung Selor (Antaranews Kaltara) - Berbagai jenis panganan tradisional baik lokal maupun khas Arab dan India jadi incaran konsumen di Pasar Ramadhan Kampung Arab, Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara.

Dilaporkan di Tanjung Selor, Sabtu, warga tampak memadati stan yang menjual panganan tradisional, baik lokal maupun kuliner khas Arab dan India.

Menurut salah seorang warga ia sengaca mencari panganan tradisional karena tidak setiap saat dijual.

"Misalnya tataran pisang, brongko serta bingka biasanya hanya ada pas Bulan Ramadhan bulan lain jarang ada," kata Jafar, salah seorang warga yang ditemui.

"Betul, warga tampaknya mencari panganan khas tradisional. Kalau saya menjual makanan khas India, Alhamdulilah laris," kata Ibu Ita, salah seorang warga Bulungan keturunan India.

Pengakuan sama disampaikan Ibu Noor, pedagang panganan khas Arab dan Bulungan.

Salah satu panganan cukup laris adalah bingka durian meski harga mahal, yakni Rp30.000 per piring, sedankan bingka kentang hanya Rp15.000.

Pasar Ramadhan Kampung Arab yang baru 2018 dibuka cukup menarik minat warga sehingga tampak padat.
Daya tariknya, selain jadi tempat "wisata kuliner" juga untuk menikmati keindahan Tepian Sungai Kayan serta melihat sejumlah bangunan kuno di kawasan itu yang berdiri sejak zaman Belanda.

Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar