Pengabdian Pada Masyarakat Sebatik Barat Berakhir, Mahasiswa UMY Pamitan

id mahasiswa KKN UMY, festival budaya sebatik barat, mahasiswa UMY pamitan

Peserta festival budaya yang digelar mahasiswa KKN UMY di Sebatik Barat

Sebatik (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang telah melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menggelar kegiatan sekaligus pamitan.

Melalui Komunitas Generasi Bakti Negeri dan Saudara Sebatik Project 5 UMY menggelar festival selama dua hari di Lapangan Liang Bunyu.

Festival yang menampilkan aspek hasil dari pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa KKN UMY tersebut.

Mahasiswa UMY melaksanakan tri darma perguruan tinggi salah satunya pengabdian masyarakat pada tiga desa di Kecamatan Sebatik Barat yakni Desa Bambangan, Liang Bunyu dan Setabu.

Pengabdian masyarakat ini berfokus kepada pendidikan, pemberdayaan, agama, dan teknologi.

"Dalam setiap aspek yang dibawakan oleh teman-teman KKN GBN, SSP5 UMY ini memiliki output yang kemudian di tampilkan pada acara besar sekaligus pamitan kepada masyarakat Sebatik Barat, Saudara Sebatik Festival yang digelar selama dua hari di Lapangan Bola Desa Liang Bunyu," sebut Ketua Generasi Bakti Negeri, Saudara Sebatik Project 5, Muhammad Isa Anshari, Rabu.

Festival yang dimulai 31 Agustus 2019 ini
menampilkan pertunjukan kirab budaya, perlombaan tumpeng oleh ibu-ibu PKK, fashionshow dan pemilihan duta Sebatik Barat.

Isa mengutarakan, masyarakatpun terlihat tampak antusias mengikuti kegiatan berbagai lomba yang telah disiapkan oleh KKN GBN UMY pada acara Saudara Sebatik Festival.

Acara pamitan dan perpisahan mahasiswa KKN UMY diwarnai rasa haru karena dua bulan mengabdikan diri di Pulau Sebatik yang berbatasan dengan Malaysia disambut hangat oleh masyarakat.

"Para mahasiwa itu bahkan merasa sudah dianggap sebagai keluarga sendiri oleh masyarakat, sehingga meskipun berada jauh dari para orang tuanya, namun mereka merasa seolah memiliki keluarga baru yang selalu membantu dan mendukung segala aktivitasnya," tambah Isa.

Beberapa tahun terakhir ini Pulau Sebatik sering dijadikan lokasi KKN dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti UI, UGM, IPB, Unhas dan UMY.

Kepala Bagian Humas Protokol Pemerintah Kabupaten Nunukan, Hasan Basri menilai peserta KKN GBN dari UMY telah mampu berbaur bersama masyarakat. Terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir menyaksikan festival yang dilaksanakannya.

“Seakan-akan mereka (masyarakat) ingin mengantar saudaranya yang akan pergi jauh mengejar cita-citanya, sehingga harus dilepas dengan senang hati dan iringan doa bersama,” kata Hasan Basri.

Masyarakat di Kabupaten Nunukan, menurut Hasan Basri, selama ini memang selalu bersikap terbuka menerima para mahasiwa dari mana saja yang ingin KKN.

“Pemerintah daerah bahkan sangat gembira jika ada mahasiswa yang ingin KKN supaya para mahasiswa itu tahu kondisi ril masyarakat yang tinggal di perbatasan," ujar mantan Sekretaris Dinas Perdagangan Nunukan ini.

Selain itu, mahasiswa KKN pun bisa menerapkan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah kepada masyarakat.
Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar