Dua Warga Binaan Lapas Tarakan Terima Remisi Khusus Hari Raya Nyepi

id Lapas

Dua Warga Binaan Lapas Tarakan Terima Remisi Khusus Hari Raya Nyepi

Dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan yang beragama Hindu berhak menerima Remisi Khusus (RK) I yang diserahkan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tarakan, Jupri, bertempat di ruang pimpinan, Jum'at (28/03). (ANTARA/HO-Lapas Tarakan)

Tarakan (ANTARA) - Dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan yang beragama Hindu berhak menerima Remisi Khusus (RK) I yang diserahkan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Tarakan, Jupri, bertempat di ruang pimpinan, Jum'at (28/03).

"Remisi atau pengurangan masa pidana berdasarkan Undang-Undang merupakan bagian dari pemenuhan hak WBP yang telah menjalani masa pembinaan dengan baik dan memenuhi syarat administratif," kata Jufri.

Artinya minimal telah menjalani masa pidana sem ala maupun substantif serta telah menunjukkan penurunan tingkat risiko berdasarkan hasil penilaian.

Dalam rangkaian acara pemberian RK bagi Narapidana dan Pengurangan Masa Pidana Khusus bagi Anak Binaan secara simbolis dalam rangka peringatan Hari Suci Nyepi dan Hari Idul Fitri Tahun 2025.

Kegiatan ini diikuti secara daring oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Lapas dan Rutan melalui aplikasi Zoom ID terpusat dari Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

"Hari ini kami telah melaksanakan kegiatan pemberian RK I secara simbolis dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 kepada dua orang WBP yang beragama Hindu," katanya.

Kegiatan ini digelar secara daring terpusat. Besaran RK I Hari Suci Nyepi di Lingkungan Lapas Kelas IIA Tarakan adalah dua bulan pengurangan masa pidana.

"Kami ucapkan selamat atas remisi ini, Semoga dapat dijadikan landasan motivasi untuk selalu mengoreksi diri dan menyadari kesalahan serta menjauhkan diri dari resiko pelanggaran keamanan dan ketertiban (Kamtib). Tidak hanya itu, Semoga hal ini menjadi bagian dari langkah Lapas Tarakan dalam memenuhi hak para WBP," kata Jufri.

Permberian remisi ini merupakan bagian dari pemenuhan Hak WBP sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perubahan kedua Atas Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat dan Tata Cara Penyerahan Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.
Baca juga: Lapas Tarakan Panen Raya Sayuran Dari Lahan SAE
Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Kaltim Melantik Kalapas Tarakan