
Catatan Ana Sriekaningsih : Transformasi Digital: Peningkatan Pengguna Baru dan Merchant QRIS di Kaltara Membuka Peluang Pertumbuhan Ekonomi

Tarakan (ANTARA) - Kalimantan Utara (Kaltara), dengan kekayaan sumber daya alam dan lokasi strategisnya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Namun, untuk mewujudkan hal ini, Kaltara perlu meningkatkan inklusi keuangan dan transformasi ekonomi digital.
Salah satu langkah penting dalam hal ini adalah adopsi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang dapat meningkatkan efisiensi transaksi keuangan dan memperluas jangkauan pasar bagi UMKM lokal.
Dalam era transformasi digital yang semakin merambah ke berbagai sektor, adopsi teknologi pembayaran digital menjadi salah satu indikator penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.
Data terbaru yang menunjukkan peningkatan jumlah pengguna baru dan merchant QRIS di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga bulan September 2025 menjadi bukti nyata akan perubahan paradigma dalam sistem pembayaran.
Peningkatan ini tidak hanya mencerminkan pergeseran ke arah ekonomi digital yang lebih inklusif, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam konteks ini, penting untuk menggali lebih dalam dampak positif dari adopsi QRIS terhadap ekonomi lokal dan bagaimana hal ini dapat menjadi pendorong utama bagi transformasi ekonomi menuju masa depan yang lebih modern dan efisien.
Peningkatan jumlah merchant dan pengguna QRIS di Kalimantan Utara (Kaltara) hingga bulan September 2025 mencerminkan adopsi yang semakin luas terhadap teknologi pembayaran digital di wilayah tersebut.
Dengan adanya peningkatan sebesar 14,73% dalam jumlah merchant dan 13,47% dalam jumlah pengguna baru QRIS secara year-on-year (yoy), hal ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Kaltara semakin menerima dan menggunakan layanan pembayaran digital.
Data tersebut diambil dari Insigt Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2025 di Bank Indonesia Kalimantan Utara.
Dampak pertumbuhan ekonomi dari adopsi QRIS di Kaltara dapat diidentifikasi sebagai berikut:
1. Peningkatan Efisiensi Transaksi: Penggunaan QRIS memungkinkan transaksi pembayaran menjadi lebih efisien dan cepat, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Hal ini dapat membantu mengurangi biaya transaksi dan waktu yang diperlukan dalam proses pembayaran, sehingga meningkatkan efisiensi dalam aktivitas ekonomi.
2. Mendorong Pertumbuhan Usaha Mikro dan Kecil: Dengan adanya peningkatan jumlah merchant yang menggunakan QRIS, usaha mikro dan kecil di Kaltara dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan aksesibilitas produk atau jasa mereka. Hal ini dapat membantu meningkatkan daya saing usaha kecil dan mendukung pertumbuhan sektor usaha mikro dan kecil di wilayah tersebut.
3. Peningkatan Inklusi Keuangan: Adopsi QRIS juga dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan di Kaltara dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital. Dengan memudahkan aksesibilitas pembayaran digital, lebih banyak masyarakat dapat terlibat dalam aktivitas ekonomi formal dan memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan.
4. Stimulasi Pertumbuhan Ekonomi Digital: Peningkatan penggunaan QRIS juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi digital di Kaltara dengan menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan teknologi pembayaran digital.
Hal ini dapat membuka peluang baru bagi inovasi dan investasi di sektor ekonomi digital, yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dengan demikian, adopsi QRIS yang semakin luas di Kaltara tidak hanya memberikan manfaat dalam hal efisiensi transaksi dan inklusi keuangan, tetapi juga dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut.
Peningkatan penggunaan teknologi pembayaran digital seperti QRIS dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong transformasi ekonomi menuju ekonomi digital yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Adopsi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Kalimantan Utara (Kaltara) telah membawa dampak positif signifikan bagi ekonomi lokal. Dengan QRIS, transaksi digital menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, sehingga meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.
UMKM lokal dapat menerima pembayaran digital, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, QRIS juga membantu pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas transaksi keuangan, mengurangi risiko penipuan, dan meningkatkan pendapatan pajak.
Dengan demikian, QRIS dapat menjadi pendorong utama bagi transformasi ekonomi Kaltara menuju masa depan yang lebih modern dan efisien.
Pemerintah dan masyarakat harus terus mendukung dan meningkatkan adopsi QRIS untuk memaksimalkan potensinya dalam meningkatkan ekonomi lokal. Dengan QRIS, Kaltara dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan inklusi keuangan dan transformasi ekonomi digital.
Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,M.M
Direktur Politeknik Bisnis Kaltara
Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI
Baca juga: Catatan Ana Sriekaningsih : Pertumbuhan Positif Uang Beredar: Indikator Kesehatan Ekonomi
Baca juga: Catatan Ana Sriekaningsih : Ekonomi Kalimantan Utara dan Perbankan Pasca Penurunan Suku Bunga Acuan
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
