Logo Header Antaranews Kaltara

Jenazah Pilot Pesawat Pelita Diterbangkan ke Jakarta

Jumat, 20 Februari 2026 18:26 WIB
Image Print
Jenazah pilot pesawat Pelita Air Service Capt Hendrick Lodewyck Adam (54) yang mengalami insiden di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berhasil dievakuasi dibawa ke Tarakan, selanjutnya dibawa ke Jakarta, Jumat (20/2). (ANTARA/Susylo Asmalyah)

Tarakan (ANTARA) - Jenazah pilot pesawat Pelita Air Service Capt Hendrick Lodewyck Adam (54) yang mengalami insiden di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berhasil dievakuasi dibawa ke Tarakan, selanjutnya dibawa ke Jakarta.

"Jenazah akan diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Batik Air sekitar pukul 14.35 WITA untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Bogor," ujar Komandan Lapangan Udara Anang Busra Tarakan Marsekal Pertama TNI Andreas A. Dhewo di Tarakan, Jumat.

Pesawat kargo yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) nomor registrasi PK-PAA mengalami kecelakaan pada Kamis (19/2) dan baru menyelesaikan tugas pendistribusian BBM ke wilayah Krayan.

Andreas menyampaikan bahwa jenazah korban tiba di Tarakan menggunakan pesawat MAF (PK-MEE) pada pukul 12.25 WITA, setelah bertolak dari Long Bawan pukul 11.38 WITA.

Danlanud merinci alur pergerakan evakuasi jenazah, pada pukul 10.20 WITA, dimana pesawat MAF berangkat dari Tarakan menuju Long Bawan.

Pukul 11.10 WITA, pesawat tiba di Long Bawan untuk menjemput jenazah. Selanjutnya pada Pukul 12.25 WITA Pesawat mendarat kembali di Lanud Anang Busra.

Usai landing, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans TNI AU menuju tempat pemulasaran di Gunung Lingkas untuk kemudian dipersiapkan menuju terminal kargo.

Andreas menekankan bahwa kelancaran operasi SAR ini merupakan buah dari koordinasi yang sangat baik antara TNI AU, Basarnas (Kakansar), Polri, AirNav, BMKG, pihak bandara, manajemen Pelita Air, TNI, Polri dan masyarakat.

Medan evakuasi di lapangan diakui cukup menantang. Lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar 3-5 km dari area bandara dengan kondisi geografis berbukit, terjal, dan licin.

Namun, berkat kerja sama personel di lapangan, termasuk dukungan dari masyarakat setempat, jenazah dapat segera ditemukan dan dievakuasi.

"Kami dari Angkatan Udara mendukung penuh proses ini sejak awal kejadian. Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kolaborasi erat antar-stakeholder membuat proses ini berjalan cepat dan lancar," katanya.

Dalam kesempatan ini ucapan bela sungkawa juga disampaikan seluruh pemangku kepentingan yang hadir, baik itu manajemen Pelita Air, Basarnas Tarakan, Bandara Juwata Tarakan, AirNav, KNKT dan lainnya.
Baca juga: Gubernur Kaltara Sampaikan Belasungkawa Atas Insiden Pesawat Pelita di Krayan
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Siapkan Pesawat Pengganti Amankan BBM di Nunukan



Pewarta :
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026