
Pemkab Bulungan Peringati Hari Lahir Pancasila di Dua Sekolah

Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di dua titik, yaitu di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 dan SMP Negeri 6 Tanjung Selor.
“Kita laksanakan tahun ini di dua titik, di SMP Negeri 2 ini dan SMP Negeri 6 di Tanjung Selor Timur yang dipimpin oleh Bapak Wakil Bupati,” ujar Bupati Bulungan, Syarwani usai memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Tanjung Selor, Senin.
Pemkab Bulungan, kata Syarwani, sengaja menyasar sekolah sebagai tempat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai upaya menanamkan nilai-nilai Pancasila serta memberi motivasi anak-anak sekolah.
“Kita laksanakan di dua titik. Jadi memang kita menyasar langsung ke sekolah, supaya juga kita sekaligus menjadikan upacara ini sebagai motivasi dan ajakan kepada anak-anak kita dalam mengaplikasikan serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila,” katanya.
Menurutnya, sebagai bangsa dan rakyat Indonesia tentu harus terus mempertahankan nilai-nilai luhur Pancasila dan terus mengaplikasikan serta mengimplementasikan dalam kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Hal itu, kata Syarwani, juga sebagaimana amanah yang disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi dalam momentum Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang amanat harus dilaksanakan, baik di jajaran pemerintah daerah, kementerian dan demikian juga dengan elemen masyarakat.
“Saya berharap kepada generasi muda, anak-anak muda di Kabupaten Bulungan bahwa kita jangan melupakan nilai-nilai luhur Pancasila dan itu kita jadikan sebagai falsafah dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara serta bermasyarakat di Kabupaten Bulungan,” tuturnya.
Menurut Aditya Firman Ali, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Selor yang dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di SMP Negeri 2 Tanjung Selor bertugas pengibar bendera, Pancasila merupakan pedoman hidupnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Makna Pancasila itu sebagai dasar pedoman hidup bagi saya. Karena juga sebagai dasar negara,” kata anak dari pasangan Ali Mustofa dan Verawati Nurdin ini.
Aditya mengatakan, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari yang utama adalah menjalankan aktivitasnya sebagai orang yang beragama sesuai dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Mah Esa.
“Yang saya implementasikan itu terutama agama saya, saya beribadah, saya juga toleransi kepada sesama teman dan orang lain yang mungkin beda agama,” ujarnya.
Termasuk juga, lanjutnya, soal sila ketiga, Persatuan Indonesia yang menjadi impian dan tujuan terbentuknya Indonesia dengan keberagamaan suku, agama dan latar belakang.
“Persatuan itu mewujudkan satu impian dan walaupun kita itu beda-beda suku, beda-beda ras, impian kita sama mewujudkan impian negara yang Bhinneka Tunggal Ika,” tuturnya.
Baca juga: Bupati Bulungan Ingin Setiap Desa Ada Buku Sejarah Desanya
Baca juga: Bantuan Hewan Kurban Pemkab Bulungan Berasal dari Peternak Lokal
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
