Dewan Pers minta wartawan berperan perangi berita hoax
Selasa, 12 Maret 2019 16:12 WIB
Tarakan (ANTARA) - Tarakan (ANTARA) - Semakin maraknya berita hoax menjelang pemilu 2019 maka Dewan Pers mengajak wartawan berperan memerangi dengan mensosialisasikan melalui pemberitaan.
Demikian ajakan yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pers, Jimmy Silalahi pada Workshop Liputan Pemilu 2019 di Hotel Tarakan Plaza Kota Tarakan, Selasa.
Ia menjelaskan, berita hoax atau disinformasi diibaratkan hantu yang menakutkan karena dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Seperti saling benci antar sesama dan merenggangkan persahabatan.
Oleh karena itu, kata Jimmy, wartawan perlu menempatkan diri pada posisi yang memegang kunci agar penyebaran hoax tidak terjadi di media sosial.
Ia juga meminta kepada wartawan agar tidak ikut-ikutan menyebarkan berita yang tidak jelas asal usulnya.
Bahkan dia meminta kepada wartawan agar menayangkan iklan atau berita pemilu demi terlaksananya pemilu yang berkualitas.
Menurut dia, maraknya berita hoax melalui media sosial akibat dari kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemberitaan media massa.
Hal ini terjadi disebabkan tidak netralnya pemilik media massa atau wartawan dalam menyiarkan atau memberitakan suatu masalah, kata Jimmy juga Ketua Asosiasi TV Lokal Indonesia.
Jimmy yakin apabila wartawan berperan aktif memberantas berita hoax maka dapat meminimalisir ujaran kebencian dan kesalahpahaman yang telah terjadi akibat informasi yang menyesatkan selama ini.
Demikian ajakan yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pers, Jimmy Silalahi pada Workshop Liputan Pemilu 2019 di Hotel Tarakan Plaza Kota Tarakan, Selasa.
Ia menjelaskan, berita hoax atau disinformasi diibaratkan hantu yang menakutkan karena dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Seperti saling benci antar sesama dan merenggangkan persahabatan.
Oleh karena itu, kata Jimmy, wartawan perlu menempatkan diri pada posisi yang memegang kunci agar penyebaran hoax tidak terjadi di media sosial.
Ia juga meminta kepada wartawan agar tidak ikut-ikutan menyebarkan berita yang tidak jelas asal usulnya.
Bahkan dia meminta kepada wartawan agar menayangkan iklan atau berita pemilu demi terlaksananya pemilu yang berkualitas.
Menurut dia, maraknya berita hoax melalui media sosial akibat dari kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemberitaan media massa.
Hal ini terjadi disebabkan tidak netralnya pemilik media massa atau wartawan dalam menyiarkan atau memberitakan suatu masalah, kata Jimmy juga Ketua Asosiasi TV Lokal Indonesia.
Jimmy yakin apabila wartawan berperan aktif memberantas berita hoax maka dapat meminimalisir ujaran kebencian dan kesalahpahaman yang telah terjadi akibat informasi yang menyesatkan selama ini.
Pewarta : Rusman
Editor : Rusman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KUHP Baru Berlaku, UU Pers Tetap Jadi Instrumen Utama Lindungi Kebebasan Pers
10 March 2026 9:07 WIB
Perum ANTARA gelar pelatihan jurnalistik lembaga pers mahasiswa di Solo
22 August 2024 19:35 WIB, 2024
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Catatan Rifqi Andi Febrianto : Peran Vital Petani Dalam Pengendalian Inflasi Daerah Untuk Pertumbuhan Perekonomian yang Inklusif
13 February 2025 16:56 WIB, 2025
Catatan Ana Sriekaningsih : Ekonomi Kalimantan Utara dan Perbankan Pasca Penurunan Suku Bunga Acuan
29 January 2025 10:06 WIB, 2025
Bersinergi Memberantas Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba di Kaltara
23 November 2024 11:49 WIB, 2024
Catatan Ana Sriekaningsih : Pertumbuhan KPR Pilar Ekonomi Berkelanjutan
18 November 2024 14:55 WIB, 2024
Dengan Semangat Korsa Mendistribusikan BBM Satu Harga ke Tapal Batas
31 October 2024 16:08 WIB, 2024