Pemancing Kaltara bermasker
Minggu, 15 September 2019 10:52 WIB
Pemancing bermasker,Minggu (15/9) memamerkan hasil tangkapannya. (Iskandar)
Tanjung Selor (ANTARA) - Kabut asap tak menyurutkan niat warga Kalimantan Utara beraktifitas di luar ruangan meski tetap menggunakan masker.
Dilaporkan di Tanjung Selor, Minggu warga di Ibu Kota Kalimantan Utara tetap melakukan kegiatan di luar ruangan meski sebagian tetap menggunakan masker, seperti sejumlah pemancing di Tepian Kayan.
Sejumlah warga tetap menyalurkan hobby memancing di Sungai Kayan, Bulungan, Kalimantan Utara meski harus bermasker akibat tebalnya kabut asap.
Seorang pemancing Leo, mengakui bahwa justru kemarau ini membawa berkah karena mereka panen ikan Salap (spesies ikan mas, khas Sungai Kayan), yang hanya terlihat saat air sungai jernih.
Curah dan itensitas hujan yang kurang selama kemarau menyebabkan air sungai bening sehingga ikan Salap yang biasa hidup di anak-anak sungai keluar menuju Sungai Kayan.
Baca juga: Kabut asap di langit Sungai Kayan Kaltara
Baca juga: Hujan Lebat Halau Kabut Asap Kaltara
Sungai Kayan adalah salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan.
Selain itu, sebagin warga masih melakukan olahraga, seperti telihat sekelompok pemuda berombongan olahraga bersepeda sebagian menggunakan masker guna menahan kabut asap.
Hutan Kaltara yang merupakan bagian dari "heart of Borneo" (terdiri dari Kalimantan bagian utara, Malaysia dan Brunei)
relatif masih aman terlihat dari data satelit tentang penyebaran titik hotspot.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa hari lalu merelease bahwa di Kaltara hanya ada 12 titik panas (hot spot).
Terbanyak di Kalteng, Kalsel, Kalbar dan Kaltim sehingga diperkirakan kabut asap di Kaltara adalah kiriman dari provinsi lain di Kalimantan.
Baca juga: Petani Kaltara bantah bakar lahan
Baca juga: Kabut asap Kaltara kian pekat Pemancing bermasker,Minggu.
Dilaporkan di Tanjung Selor, Minggu warga di Ibu Kota Kalimantan Utara tetap melakukan kegiatan di luar ruangan meski sebagian tetap menggunakan masker, seperti sejumlah pemancing di Tepian Kayan.
Sejumlah warga tetap menyalurkan hobby memancing di Sungai Kayan, Bulungan, Kalimantan Utara meski harus bermasker akibat tebalnya kabut asap.
Seorang pemancing Leo, mengakui bahwa justru kemarau ini membawa berkah karena mereka panen ikan Salap (spesies ikan mas, khas Sungai Kayan), yang hanya terlihat saat air sungai jernih.
Curah dan itensitas hujan yang kurang selama kemarau menyebabkan air sungai bening sehingga ikan Salap yang biasa hidup di anak-anak sungai keluar menuju Sungai Kayan.
Baca juga: Kabut asap di langit Sungai Kayan Kaltara
Baca juga: Hujan Lebat Halau Kabut Asap Kaltara
Sungai Kayan adalah salah satu sungai terbesar dan terpanjang di Kalimantan.
Selain itu, sebagin warga masih melakukan olahraga, seperti telihat sekelompok pemuda berombongan olahraga bersepeda sebagian menggunakan masker guna menahan kabut asap.
Hutan Kaltara yang merupakan bagian dari "heart of Borneo" (terdiri dari Kalimantan bagian utara, Malaysia dan Brunei)
relatif masih aman terlihat dari data satelit tentang penyebaran titik hotspot.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa hari lalu merelease bahwa di Kaltara hanya ada 12 titik panas (hot spot).
Terbanyak di Kalteng, Kalsel, Kalbar dan Kaltim sehingga diperkirakan kabut asap di Kaltara adalah kiriman dari provinsi lain di Kalimantan.
Baca juga: Petani Kaltara bantah bakar lahan
Baca juga: Kabut asap Kaltara kian pekat Pemancing bermasker,Minggu.
Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Aplikasi ASAP Polri Akan Dibawa Menteri LHK Menjadi Percontohan di Tingkat Dunia
15 September 2021 15:54 WIB, 2021
Percepat Penanggulangan Karhutla, Kapolri Launching ASAP Digital Nasional
15 September 2021 13:52 WIB, 2021
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
M4CR Perkuat Sinergi Pemerintah dan Desa dalam Konsolidasi DMPM di Kaltara
24 December 2025 8:10 WIB
Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia Tindaklanjuti Kerjasama Program Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan
24 October 2025 11:28 WIB
Delegasi Sri Lanka ke Kaltara Mempelajari Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
27 August 2025 18:46 WIB
KKN-PPM UGM bersama Pertamina EP Tarakan dan Lantamal XIII Tanam 1000 Mangrove
04 July 2025 17:58 WIB