Nunukan (ANTARA) - Dalam kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Muh. Saleh ke Kabupaten Nunukan Senin (6/4), dilaksanakan kunjungan sekaligus silaturahmi ke rumah ibadah lintas iman di Kabupaten Nunukan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pembinaan, dialog keberagamaan, dan penguatan toleransi antarumat beragama di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kakanwil menyambangi Vihara Sasana Graha Nunukan, Gereja Katolik St. Gabriel Nunukan, serta serta Klenteng San Sen Kong.
Agenda ini merupakan bagian dari upaya Kemenag dalam memperkuat dialog keberagamaan dan menjaga kerukunan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda pembinaan, dialog keberagamaan, penguatan toleransi, serta dukungan Kemenag terhadap kehidupan keagamaan yang damai dan saling menghargai.
Selain bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh agama, Kakanwil turut melakukan penanaman pohon di setiap lokasi rumah ibadah yang dikunjungi sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam mewujudkan rumah ibadah yang asri, nyaman, dan ramah lingkungan.
Dalam pertemuan bersama para tokoh agama dan pengurus rumah ibadah, Kakanwil menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam memelihara kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
“Kunjungan kami ke rumah ibadah lintas iman ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus merawat dan memperkuat kerukunan umat beragama. Kehadiran kami di sini bukan hanya sebagai bentuk silaturahmi, tetapi juga sebagai wujud nyata perhatian dan dukungan terhadap kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat,” ujar Saleh.
Beliau memberikan apresiasi kepada para tokoh agama yang selama ini berperan besar dalam menjaga kedamaian dan toleransi di Nunukan.
“Kami sangat mengapresiasi peran para tokoh agama dan pengurus rumah ibadah yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian, menanamkan nilai-nilai toleransi, serta membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” ungkapnya.
Sebagai wilayah perbatasan yang strategis, Nunukan menurutnya memiliki dinamika sosial yang khas. Karena itu, kerukunan antarumat beragama harus terus menjadi perhatian bersama.
“Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan memiliki posisi yang sangat strategis. Oleh karena itu, kerukunan umat beragama di daerah ini harus terus dijaga dan diperkuat sebagai bagian dari ketahanan sosial dan persatuan bangsa,” tegas Kakanwil.
Dalam kesempatan tersebut, Saleh juga mengajak seluruh tokoh agama untuk terus menguatkan moderasi beragama, serta menjadikan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat.
“Mari kita memperkuat semangat moderasi beragama. Jadikan rumah ibadah bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan yang menebarkan kasih sayang, kedamaian, dan persaudaraan,” pesannya.
“Kita juga harus menjaga agar ruang-ruang keagamaan tetap sejuk dan tidak terpengaruh oleh paham-paham yang dapat memecah belah persatuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di Nunukan.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus ditingkatkan sehingga setiap potensi perbedaan dapat dikelola dengan baik dan menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” ujar Kakanwil.
Menutup sambutannya, Kakanwil mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan kebersamaan yang terjalin selama kunjungan tersebut.
“Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan di antara kita semua,” katanya.
Kunjungan lintas iman ini diharapkan semakin memperkuat jaringan komunikasi antarumat beragama dan menjadi momentum penting menjaga harmoni di wilayah perbatasan Kaltara.
Baca juga: Silaturahmi Tokoh Lintas Agama dan Halal Bihalal ASN Kanwil Kemenag Kaltara Perkuat Kerukunan
Baca juga: Kakanwil Kemenag Kaltara: WFA Dorong Efisiensi Anggaran