DPR Dukung DOB Kaltara

id ,

anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjafuddian saat memberikan penjelasan kepada media (datiz)

      Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Komisi 2 DPR RI menggelar Rapat Konsultasi dengan Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dan jajaran terkait beberapa usulan  daerah otonomi baru (DOB) di provinsi termuda itu.
      "Rapat yang dipimpin oleh Fandi Utomo, dan diikuti oleh tak kurang 70 orang tim presidium calon Daerah Otonomi Baru (DOB) itu digelar sangat meriah di ruang rapat komisi 2 DPR RI Senayan," kata anggota Komisi II DPR RI Hetifah Sjafuddian saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
      Dalam rapat konsultasi itu, Fandi Utomo,  pimpinan Komisi 2 DPR mengapresiasi upaya Gubernur dan jajarannya,  dan menyatakan kemungkinan nya untuk Kaltara menjadi DOB.  Upaya ini tentunya tidak bisa berhenti di DPR RI saja.  
      "Ikhtiar harus terus dilanjutkan, kalau ke Presiden sudah,  ya perlu juga ke Wapres," papar Politisi Demokrat ini. 
      Sementara itu, Hetifah Sjafuddian, yakni anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim-Kaltara itu mengatakan bahwa dewan mendukung penuh DOB Kaltara.
      Rapat yang dihadiri oleh enam dari delapan orang anggota DPR RI dapil Kaltim Kaltara,  menunjukkan kesolidan untuk bersama mewujudkan DOB di lima daerah di Provinsi Kaltara,  yaitu: Kabupaten Sebatik,  Kabupaten Krayan, Kabupaten Apau Kayan,  Kabupaten Bumi Dayak Perbatasan,  dan kota Tanjung Selor. 
       Hetifah Sjaifudian  lebih lanjut menjelaskan bahwa perlunya upaya dan komitmen untuk bersama mewujudkan DOB tersebut. 
       "Stronger together,  bersama kita akan lebih kuat.  Kaltara membawa harapan baru" tegasnya. 
        Politisi Partai Golkar yang genjar memperjuangkan pembangunan perbatasan ini memaparkan bahwa Kaltara mempunyai potensi yang sangat besar, sebagai provinsi yang baru berdiri,  sudah selayaknya semua pihak mendukung DOB di Kaltara. 
       "Semangat harus terus dikobarkan," tuturnya.
        Sementara itu, Gubernur Kaltara  Irianto Lambrie dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Kaltara mempunyai tantangan yang besar terkait infrastruktur,  rendahnya aksesibilitas dan konektivitas. 
         Terlebih sebagai provinsi termuda maka peningkatan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat perlu segera didorong. 
           "Salah satu upayanya adalah dengan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB)," jelasnya. 
         Mantan sekprov Kaltim ini menjelaskan bahwa sebagai daerah baru perlu perhatian khusus.  
         "Saya yakin provinsi lain akan dapat memaklumi jika Kaltara diprioritaskan untuk DOB," paparnya. 



Editor: iskandar zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar