Hari ini Dirjen EBTKE Resmikan PLTS Terpusat

id Pembangkit listrik tenaga,Surya,Sembakung, Nunukan

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie (humasprovkaltara)

Jakarta (Antaranews Kaltara) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan telah rampung. Rencananya, PLTS yang dibangun oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) itu akan diresmikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, hari ini (9/3).

PLTS ini, pada 2015 atau sejak dialihkannya kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan (pilihan) bidang energi yang dibagi antara pemerintah pusat dan daerah provinsi sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah maka usulannya disampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Gubernur Kaltara.

Gubernur menyebutkan, kapasitas PLTS di kawasan tersebut sebesar 75 kilo watt peak (kWp). Untuk melayani 159 rumah di desa setempat serta fasilitas umum. "Dengan asumsi tiap rumah mendapatkan jatah 600 watt hour (Wh)," sebut Irianto, kemarin (8/3).

Tidak hanya di Desa Tepian, program ini kata Irianto dilakukan bersamaan dengan pembangunan PLTS Terpusat di beberapa wilayah lainnya. Seperti di Desa Datar Batung RT 02 dan 03, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Kemudian untuk Kaliman Timur (Kaltim), Desa Pulau Pinang, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur serta Desa Balikukup Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau. "Untuk keseluruhan wilayah pembangunannya menggunakan dana APBN sebesar Rp 21 miliar," ujar Irianto.

Tak hanya itu, pengembangan sektor kelistrikan di wilayah Kaltara juga dilakukan di tempat lain. Misalnya, di Kampung Antal, Desa Salimbatu yang dibangun 92 sambungan listrik dengan kapasitas 300 Wh dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2,8 miliar. "Sedangkan untuk tahun ini, rencananya akan dibangun jaringan listrik sepanjang 17 kilometer dari Desa Mansalong ke Sembakung Atulai," jelasnya.

Hingga 2017, Provinsi Kaltara, menurut catatan PT PLN Persero, memiliki total daya yang dihasilkan pembangkit yang ada sebesar 86,87 Megawatt (MW). Angka ini meningkat setiap tahunnya, sejurus perkembangan Kaltara. Pada 2015, total daya dari pembangkit yang ada di Kaltara mencapai 60,87 MW. Sementara di 2017 menjadi 63,87 MW.

Sementara untuk trafo distribusinya, Kaltara pada 2017 memiliki 157,75 Megavolt Ampere (MVA) trafo distribusi. Ini ditopang dengan keberadaan 1.159,48 Kilometer Sirkuit (KMS) jaringan tegangan menengah dan 977,32 KMS jaringan tegangan rendah.

Se-Kaltara, masih berdasarkan data PLN, total pelanggan listrik PLN sebanyak 127.964 sambungan rumah dengan rasio elektrifikasi hingga 79,28 persen. Dengan itu, masih ada sekitar 20 persen lagi masyarakat Kaltara belum menikmati listrik.

Padahal, berdasarkan data cadangan daya pada sistem operasi masing-masing kabupaten dan kota di Kaltara, menurut data PLN, nilainya surplus. Rinciannya, untuk sistem operasi Tanjung Selor (Bulungan) daya mampu pembangkit eksisting mencapai 15,30 MW dengan beban puncak 11,15 MW atau tersedia cadangan daya hingga 4,15 MW. Sistem Malinau, daya mampu 9,26 MW, beban puncak 6,63 MW (cadangan 2,63 MW). Sistem Tana Tidung memiliki daya mampu 2,68 MW, beban puncak 1,70 MW (cadangan 0,98 MW). Sistem Nunukan, daya mampu 14,75 MW, beban puncak 11,00 MW (cadangan 3,75 MW). Dan, sistem Tarakan berdaya mampu 45,80 MW, beban puncak 39,60 MW (cadangan 6,20 MW).

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar