DPMPTSP Kaltara fokus pengembangan komoditas jagung

id Jagung

DPMPTSP Kaltara fokus pengembangan komoditas jagung

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltara, Faisal Syabaruddin. Istimewa

Tarakan (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Utara melalui Seksi Perencanaan Sektoral dan Pengembangan Potensi Daerah sedang fokus mengembangkan potensi pertanian, khususnya komoditas jagung.

"Sekarang kami sedang fokus mengembangkan berbagai potensi di Kaltara, salah satunya pada komoditas jagung," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Provinsi Kaltara, Faisal Syabaruddin di Tanjung Selor, Senin.

Seperti diketahui, jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam dan relatif singkat masa tanamnya yakni sekitar tiga bulan.

Selain itu, jagung juga memiliki nilai pasar yang bagus dan sangat diminati oleh pasar nasional dan internasional.

"Jagung sangat prospektif untuk dikembangkan di Kaltara, mengingat lahan kita cukup subur dan sangat luas, selain itu, pasarnya juga jelas," kata Faisal.

Dijelaskannya, Kaltara sudah memiliki program food and rice estate yang dicanangkan di kabupaten Bulungan, Malinau dan Nunukan. Dari ketiga kabupaten ini ada beberapa komoditas utama yang ingin dikembangkan, yaitu padi, jagung, bawang merah dan lombok.

Ia menambahkan, dari keempat komoditas tersebut, bisa kembangkan satu komoditas unggulan terlebih dahulu yaitu jagung.

"Kami juga sudah membentuk tim pengembangan potensi dan bahkan sudah kita tugaskan langsung untuk mempelajari potensi pengembangan jagung pipilan seperti di daerah lain yakni di kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat," jelasnya.

Dari hasil koordinasi tim ini, juga telah mendapat referensi tentang bagaimana proses pengembangan potensi jagung dan data calon investor atau buyer yang membeli hasil pertanian jagung masyarakat nantinya. Infonya pihak buyer sangat bersedia membuka investasi di Kaltara.

"Bahkan pihak buyer berharap bisa membuka pabrik dryer dan gudang stoknya lebih dahulu sebelum para petani menanam jagung, soalnya dikhawatirkan kalau petani lebih dahulu nanti tidak ada tempat pemasarannya," kata Faisal.

Untuk tindak lanjut dari program ini, kakan segera berkoordinasi dengan pihak OPD teknis terkait, seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian, Perdangan, Koperasi dan UMKM, Biro Ekonomi dan lainnya.

"Saya sangat berharap program pengembangan komoditas jagung ini segera berjalan, karena saya yakin akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kaltara nantinya," katanya.
Baca juga: DPKP Dorong Percepatan Panen Tanam Padi dan Jagung
Baca juga: Gubernur Apresiasi Kinerja Baik DPMPTSP Kaltara