
Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Malinau Berkurang 1,21 Ribu Jiwa

Malinau (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2025 turun hingga seribu jiwa lebih.
“Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Malinau pada tahun 2025 sebanyak 5,24 ribu jiwa atau 5,56 persen. Jadi jumlah penduduk miskin berkurang 1,21 ribu jiwa atau 1,38 persen,” ujar Kepala BPS Kabupaten Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, Minggu.
Dijelaskannya, angka kemiskinan di Kabupaten Malinau itu memiliki pola yang fluktuatif, naik turun. Tetapi pola fluktuatifnya memiliki linearitas menurun.
“Di tahun 2018, kemiskinan di Kabupaten Malinau 7,68 persen, mengalami penurunan hingga tahun 2020 menjadi 6,63,” sebutnya.
Tahun 2020, lanjutnya, walaupun mulai masuk Pandemi COVID 19, Malinau masih belum terdampak. Namun di tahun 2021 sudah terasa dampaknya dan angka kemiskinan naik lagi menjadi 7,30 persen.
Kemudian, paparnya, kembali mengalami penurunan secara berjenjang hingga tahun 2023 dengan angka 6,54 persen.
“Kemudian di tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi 6,94 persen yang kami lihat fenomenanya adalah adanya inflasi yang cukup tinggi di tahun 2024,” sebutnya.
Khususnya, beber dia lagi, saat BPS Kabupaten Malinau melakukan pendataan itu Indeks Perkembangan Harga (IPH), pada waktu itu sedang tinggi-tingginya inflasi, di mana komoditas beras yang menjadi penyumbang kenaikan.
Selain itu, kata dia, juga karena pascabanjir besar di akhir tahun 2023 sehingga panen gagal dan dampaknya masyarakat penghasilannya berkurang, akhirnya di 2024 jatuh di garis kemiskinan.
“Akhirnya di tahun 2025 mengalami penurunan kembali dan cukup tinggi dalam penurunannya menjadi 5,6 persen atau turun 1,38 persen poin,” ungkap dia.
Jadi, sebut Yanuar, kenaikan angka kemiskinan di tahun 2024 karena inflasi yang cukup tinggi dan karena adanya bencana. Namun karena pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) banyak melakukan pergerakan dan membuat program-program untuk menstabilkan harga.
“Semakin banyak juga operasi-operasi pasar pada waktu tertentu dan itu juga menjadi salah satu penyebab di tahun 2025 harga stabil dan angka kemiskinan menurun dibandingkan tahun 2024,” ujar dia.
Baca juga: IHK Naik, Inflasi Kaltara Maret 2026 Capai 3,12 Persen
Baca juga: BPS: Ketimpangan pengeluaran penduduk Kaltara alami penurunan
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
