Logo Header Antaranews Kaltara

Minta Dukungan DOB, Gubernur Temui OSO

Senin, 16 Oktober 2017 09:20 WIB
Image Print
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie (dok humas)

Jakarta(Antara News Kaltara) - Meski diketahui, pemerintah sampai sekarang masihmenutup keran untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) melalui kebijakanmoratorium, berbagai upaya tetap terus dilakukan untuk bisa mewujudkanterbentuknya 5 DOB di Kalimantan Utara (Kaltara).

Sepertiyang dilakukan oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie. Gerilya untukmenggalang dukungan mewujudkan harapan masyarakat atas terbentuknya DOB, terusdilakukan.

Salahsatunya seperti saat bersilaturahmi di kediaman dinas Ketua DPD RI Oesman SaptaOdang (OSO), Sabtu (14/10) lalu. "Dalam kesempatan yang baik ini, sayameminta dukungan kepada Ketua DPD RI untuk menindaklanjuti penyampaian aspirasiusulan DOB di Kaltara," kata Irianto.

Sebenarnya,ungkap Gubernur, aspirasi ini telah disampaikan pada audiensi dengan PimpinanDPD RI pada 19 September 2017. Namun waktu itu, Ketua DPD sedang berhalanganhadir dan tidak bisa ikut menemui. "Alhamdulillah, Pak Oesman memberikanrespons yang positif. Bahkan secara khusus mengundang Gubernur Kaltara padaAcara DPD RI dgn Presiden pada hari Jumat (20/10) nanti di DPD RI. Yang salahsatunya, kemungkinan besar juga membicarakan masalah DOB," ungkapnya.

Sepertidisampaikan sebelumnya, Gubernur kembali menegaskan, selain tetap bersabar,juga meminta kepada kepala daerah, dewan presidium dan para tokoh di Kaltarayang kini sedang mengusulkan untuk menjadi DOB, agar senantiasa menjagakekompakan. Karena jika memungkinkan, pembentukan lima calon DOB di Kaltaraakan diperjuangkan agar nantinya dapat terbentuk secara bersamaan dalam satupaket.

Sebelumnya,dengan didampingi ketua dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), parakepala daerah, dan ketua presidium, Gubernur telah memimpin audensi denganpimpinan DPD RI. Tujuan utama dalam audensi yang juga dihadiri oleh AnggotaDewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini, adalah menyampaikan usulan 5 calon DOBdari Kaltara. Yaitu, calon Kota Sebatik, Tanjung Selor, Kabupaten Bumi DayakPerbatasan (Kabudaya), Apau Kayan dan Krayan.

Gubernurmenegaskan, usulan pemekaran wilayah atau pembentukan DOB di Kaltara bukantanpa alasan. Di mana, tujuan utamanya adalah untuk percepatan pembangunan,serta memudahkan pelayanan kepada masyarakat. "Dan yang lebih utama lagiadalah untuk menjaga kedaulatan negara, serta keamanan dan pertahanan. Karenasebagian besar dari daerah yang kita usulkan ini berada di perbatasan,"tegasnya.

Gubernurjuga berharap, dalam masa moratorium DOB oleh pemerintah, ada pengecualianuntuk pembentukan DOB di Kaltara. "Kami menginginkan ada pengecualian diKaltara. Salah satu alasannya adalah untuk kepentingan kedaulatan negara,karena untuk percepatan pembangunan di perbatasan," ulas Irianto.

Ditambahkan,selain dengan DPD RI, masih dalam kaitannya menyampaikan aspirasi masyarakatuntuk terbentuknya DOB di Kaltara, Gubernur akan kembali memimpin audensidengan DPR RI, melalui Komisi II. "Saya juga akan menyampaikan izin danmeminta waktu untuk melakukan audensi seperti ini dengan bapak Mendagri(Menteri Dalam Negeri)," ucapnya.

Tak hanya itu, hal serupa atau audensi juga akandilakukan dengan Wakil Presiden (Wapres) H Jusuf Kalla selaku ketua DewanPertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). "Yang pasti, ikhtiar (usaha) untukmewujudkan harapan masyarakat atas terbentuknya DOB di Kaltara, terus kitalakukan. Saya harap masyarakat bersabar, dan sama-sama berdoa, semoga keinginanini bisa terwujud," pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026