Pemimpin digital HR harus miliki ketrampilan ini

id Pemimpin digital

Digital HR (Dok Kaltara)

Tanjung Selor - (Antaranews Kaltara) Bukan rahasia bahwa teknologi mengubah cara kita bekerja dan seberapa cepat kita bekerja.

Dapat dikatakan, beradaptasi dengan perubahan tidak pernah mudah. Bagaimana Anda mengatasi dunia teknologi yang terus berubah? Khususnya sebagai sumber daya manusia (SDM) profesional atau Profesional
human resources (HR) ?

Profesional HR tidak kebal terhadap perubahan besar yang terjadi di tempat kerja. Bahkan, para profesional HR memainkan peran strategis dalam digitalisasi organisasi mereka.

Berikut adalah lima keahlian esensial yang harus dimiliki para profesional HR untuk mengikuti fenomena digitalisasi.

1) Kemampuan Teknologi

Anda tidak dapat mengabaikan digitalisasi karena telah mengubah kehidupan kita, masyarakat, dan mempengaruhi tempat kerja kita sehari-hari. Kami menghabiskan berjam-jam setiap hari, berinteraksi dengan input digital dari semua bentuk komputer dan perangkat seluler. Dengan teknologi, kita berkomunikasi lebih real-time daripada sebelumnya dan terus-menerus dipengaruhi oleh rekomendasi, pendapat, dan saran yang didorong oleh analitik dan perilaku ekonomi.
Kehidupan digital mensyaratkan profesional HR untuk memikirkan kembali metode mereka dan mempelajari teknologi baru terus menerus untuk meluncurkan strategi dan solusi yang paling efisien sesuai dengan lingkungan bisnis yang selalu berubah. Belajarlah untuk membiasakan diri dengan alat online yang bermanfaat seperti Relode, platform yang menggunakan kekuatan teknologi virtual dan crowdsourcing yang akan membantu Anda menyelesaikan tugas merekrut dengan mudah, atau Textio, alat mesin canggih yang membantu perekrut dan usaha kecil mengoptimalkan iklan pekerjaan mereka, menggunakan kata-kata yang lebih baik.

2) Menguasai Media Sosial

Di dunia digital saat ini, media sosial adalah tempat kandidat target Anda 'hang out'. Menurut data terakhir yang dirilis oleh We Are Social, Singapura memiliki penetrasi media sosial tertinggi kedua di ASEAN pada 67% populasi, diikuti oleh Malaysia sebesar 59%, Thailand sebesar 58%, Filipina sebesar 47%, Vietnam pada 40% dan Indonesia sebesar 31%. Hong Kong juga memiliki salah satu tingkat penetrasi media sosial tertinggi, pada 64% dari total populasi.

Profesional HR cerdas tahu bagaimana menggunakan media sosial untuk membangun komunikasi dua arah dan menumbuhkan hubungan positif, menghormati dan percaya dengan calon target mereka. Ini memungkinkan mereka untuk menarik talenta terbaik sebelum benar-benar memposting tentang lowongan pekerjaan. Oleh karena itu penting bagi profesional HR untuk berkompeten dalam menggunakan media sosial dan menggunakannya sebagai platform untuk keterlibatan, bukan sebagai alat pendorong pemasaran.

3) Pembuatan Keputusan Analitis & yang di dorong oleh data

Siap atau tidak, sebagai profesional HR, Anda perlu meningkatkan keterampilan analitis Anda. Sama halnya dengan seberapa besar data telah merevolusi cara kerja pemasaran dan keuangan, analitik juga akan mengubah HR. Beberapa alat yang tersedia di luar sana adalah Aplikasi Analitik PwC (yang membantu mempercepat jalur menuju wawasan dengan mengintegrasikan big data) dan analitik IBM Kenexa HR (yang menggunakan analisis kognitif untuk memahami dan terus mempelajari bahasa HR).
Secara tradisional, para profesional HR pandai mengumpulkan data. Tetapi Anda dapat memiliki semua data di dunia dan masih belum tahu cara menggunakannya. Kuncinya adalah belajar bagaimana menjadi penerjemah data. Seorang profesional HR yang memiliki interpretasi data yang baik dapat menemukan tren berdasarkan data dan merencanakan solusi untuk beberapa pertanyaan penting. Misalnya, jenis bakat apa yang paling mungkin menjadi pemimpin yang sukses? Berapa lama waktu yang dibutuhkan karyawan baru untuk menjadi produktif?

4) Keterampilan Pemasaran

Sebuah merek yang luar biasa biasanya menarik perhatian talent yang luar biasa, oleh karena itu penting bagi organisasi untuk meluangkan waktu dan sumber daya untuk membangun merek yang kuat. Profesional HR perlu menguasai teknik-teknik pemasaran ini (negara untuk menghubungkan dengan judul artikel sebelumnya “Rahasia untuk Akuisisi Bakat: Pemasaran Rekrutmen”) untuk mempromosikan merek perusahaan dengan mempelajari cara memelihara situs web atau profil online perusahaan yang aktif, mempublikasikan media digital atau memahami keterampilan dalam perangkat lunak pemasaran terbaru untuk membuat kampanye pemasaran yang efektif.
Selain itu, lanskap seluler Asia telah mengubah cara pemasaran. Lima dari sepuluh negara teratas dengan tingkat penetrasi smartphone tertinggi di dunia berlokasi di Asia. Dengan itu, para profesional HR harus belajar untuk merangkul keterampilan pemasaran seluler dan menggunakannya untuk menjangkau kumpulan calon yang lebih besar melalui seluler.

5) Pemimpin Digital Cerdas

HR tidak dapat lagi menganggap bahwa digitalisasi organisasi mereka hanya terletak di domain departemen TI. Untuk pelaksanaan yang lebih cerdas dari proses kerja terkait HR saat ini, profesional HR harus membuat proses digital alternatif. Ada banyak teknologi digital saat ini yang dapat memainkan peran penting dalam menciptakan proses digital alternatif dan cerdas.
Misalnya, keterampilan crowdsourcing karena menawarkan cara alternatif untuk menjadi sumber tenaga kerja, dilatih dalam menggunakan konferensi video real-time untuk kandidat rekrutmen yang lebih baik secara regional atau mempersiapkan pameran karier virtual, ruang kerja dan platform virtual menarik lainnya untuk memungkinkan kandidat atau karyawan untuk berinteraksi lebih efisien.
Era digital memaksa kami untuk memikirkan kembali HR dari atas ke bawah: mulai dari saat kami mendesain iklan pekerjaan kami, hingga proses perekrutan bakat, semua jalan menuju retensi dan pengembangan karyawan dan keberlanjutan seluruh organisasi. Para profesional HR harus belajar untuk tetap aktif, progresif dan up to date dengan teknologi terbaru karena masa depan HR bergantung pada bagaimana kita mengelola semua perubahan ini.

(riezqar@jobstreet.com)
Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar