Merapi kembali meletus

id Gunung merapi

Merapi kembali meletus

Merapi kembali meletus

Jakarta (ANTARA) - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan Gunung Merapi meletus pada Kamist pukul 15.10 WIB.

Letusan tercatat di seismografdengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik. Teramati tinggi kolom letusan sekitar 3.000 meter dari puncak. Arah angin saat letusan ke Timur.

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kembali meletuspada Kamis, pukul 15.10 WIB, tetapi masyarakat di Selo Kabupaten Boyolali, masih aman.

Menurut Kepala Desa Klakah Kecamatan Selo Boyolali Marwoto Gunung Merapi meletus sekitar pukul 15.10 WIB diawali suara gemuruh yang cukup lama terdengar dari Desa Klakah Kecamatan Selo, Boyolali.

Baca juga:Gunung Merapi erupsi dengan tinggi kolom 3.000 meter

"Warga sempat panik karena suara gemuruh puncak Merapi terdengar agak lama waktunya dari Desa Klakah. Bahkan, warga bisa melihat kasat mata kondisi puncak dengan mengeluarkan asaptebal ke atas," kata Marwoto.

Menurut dia, warga setiap ada letusan sering mereka keluar dari rumahnya untuk memantau kondisi puncak Merapi. Puncak Merapi tadi kelihatan sekali karena kondisi cuaca di atas sangat cerah.

Baca juga:Ini kronologi letusan Gunung Merapi

Namun, asap Merapi terlihat mengarah ke timur selatan atau ke arah wilayah Kabupaten Klaten, sehingga Selo Boyolali masih aman dari hujan abu.

Kendati demikian, pihaknya sudah mengimbau masyarakatnya terutama di Dukuh Bangunsari, Bakalan dan Sumber yang masuk kawasan rawan III bencana untuk selalu memantau kondisi terkini Merapi.

Selain itu, warga di Desa Klakah untuk melakukan ronda malam sejak Merapi meletus pada Jumat (27/3), hingga sekarang. Hal ini, untuk mengantisipasi adanya bencana letusan.

Baca juga:Gunung Merapi meletus lagi dengan tinggi kolom 1.500 meter

Kades Jrakah Selo Boyolali Tumar mengatakan Desa Jrakah yang berjarak sekitar lima hingga enam kilometer dari puncak melihat jelas kejadian erupsi Merapi yang terjadi sekitar pukul 15.10 WIB.

Menurut Tumar suara gemuruh terdengar dari Desa Jrakah, sehingga warga langsung lari keluar rumah untuk melihat langsung kondisi puncak.

Letusan Merapi terlihat jelas ke arah atas asap tebal dan angin mengarah ke timur selatan, sehingga tidak mungkin ke arahBoyolali, sehingga Selo aman hujan abu.

Baca juga:Gunung Merapi meletus dengan tinggi kolom 3.000 meter

Selain itu, warga yang ada di ladang tetap beraktivitas seperti biasa, dan para petani sempat berhenti berladang untuk melihat kondisi puncak, dan kemudian mereka melanjutkan lagi.


Baca juga:Gunung Merapi erupsi, masyarakat diimbau ikuti arahan pemerintah
Pewarta: Bambang Dwi Marwoto
Editor: Agus Salim

Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar