Kakek ditemukan meninggal dunia di Nunukan

id nunukan, mayat membusuk

Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Sosok mayat pria diperkirakan 60 tahun ditemukan dalam kondisi bersujud dan sudah membusuk di sebuah rumah kebun di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kaltara pada Rabu (30/9) 18.00 Wita.

"Diperkirakan kakek ini baru habis mandi karena hanya pakai handuk tidak pakai baju," ujar Kadi, warga yang pertama kali menemukannya di Nunukan, kemarin.

Penemuan mayat pria ini dalam keadaan tidak mengenakan baju dan hanya melilitkan handuk di lehernya dievakuasi oleh aparat kepolisian dan tim medis Puskesmas Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur pada 24.00 wita.

Dari warga yang sering melihat kakek ini, diketahui bernama Enre. Sebelum meninggal pada Minggu (27/9) sempat ke Puskesmas Sei Nyamuk untuk berobat.

Hanya saja, langsung kembali ke rumahnya yang berada di tengah kebunnya dengan alasan ayam piaraannya.

Kadi menuturkan, setelah dua hari tidak melintas di depan rumahnya akhirnya bersama istrinya (Jum) menuju rumah korban di tengah kebun. Namun saat sampai di rumah tersebut dalam kondisi gelap gulita.

Penasaran dengan kondisi rumah korban yang sepi, akhirnya masuk dan menemukan mayat kakek tersebut dalam keadaan bersujud.

"Tetangga almarhum yang berjauhan merasa bertanya dalam hati kenapa pak Enre ini tidak ada keluar. Sudah dua hari jadi saya firasat tidak enak jadi langsung ke rumahnya," ujar Kadi selaku saksi mata.

Setelah menemukan korban, langsung melaporkan ke aparat kepolisian untuk diselidiki. Bahkan, dievakuasi ke Puskesmas Sei Nyamuk dengan cara ditandu untuk divisum.

Informasi dari Puskesmas Sei Nyamuk, bahwa korban meninggal dunia karena sakit sejak tiga hari sebelum ditemukan.

Hasil visum, korban meninggal murni karena sakit dibuktikan dengan banyaknya obat-obatan yang ditemukan dekat jasadnya.

Baca juga: Satu korban meninggal dunia "speedboat" tabrakan belum teridentifikasiBaca juga: Mayat Pria ditemukan di Batu Lamampu, Korban Penganiayaan
Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar