Saat pandemi, BI dorong transaksi non tunai di Nunukan

id Bank Indonesia

Saat pandemi, BI dorong transaksi non tunai di Nunukan

Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal di Nunukan, Selasa (29/06/2021) saat sosialisasi QRIS, Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dan Bayar Pajak Tidak Ribet Hemat Biaya dan Akuntabel (Bapak Tiri Hebat). HO - KPwBI Provinsi Kalimantan Utara.

Tarakan (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara mendorong perluasan transaksi non tunai dan akselerasi penggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kabupaten Nunukan, terutama saat pandemiCOVID-19 ini.

"Bank Indonesia telah dan akan terus memainkan beberapa peran untuk mendukung digitalisasi di Indonesia, yang pada kesempatan ini lebih berfokus pada implementasi QRIS untuk digitalisasi transaksi, terutama saat pandemi," kata Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal di Nunukan, Selasa.

Hal itu diutarakan saat sosialisasi QRIS, Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) dan Bayar Pajak Tidak Ribet Hemat Biaya dan Akuntabel (Bapak Tiri Hebat).

QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Alasan menggunakan sistem ini dengan mempertimbangkan inovasi kanal pembayaran yang aman dan sehat ditengah pandemi COVID-19 dengan "Cemumuah" (Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal).

Dia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terdapat 14,6 ribu merchant di Kaltara menggunakan QRIS untuk memfasilitasi pembayaran, dengan kurang lebih 2.759 merchant, dimana 17 persennya berada di Nunukan.

“Kabupaten Nunukan telah melakukan beberapa upaya untuk menyambut fenomena digitalisasi yang sedang berlangsung," kata Yufrizal.


Baca juga: BI mendorong transaksi menggunakan kanal QRIS di Kaltara
Baca juga: BI: Hanya Kaltara pertumbuhan ekonomi positif di Kalimantan


BI merangkum setidaknya ada empat hal yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, yaitu pengaplikasian QRIS untuk retribusi parkir di RSUD, pengembangan Aplikasi Bayar Pajak secara non tunai yang
dikembangkan oleh Bapeda Nunukan.

Dengan nama Bapak Tiri Hebat atau Bayar Pajak Tidak Ribet, Hemat Biaya, Akuntabel dan transparan, penggunaan e-wallet untuk bayar PBB dan pembahasan pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Dalam kegiatan tersebut dilakukan juga sosialisasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, mengingat Nunukan yang terletak pada posisi strategis di perbatasan dengan Malaysia sehingga perlu dilakukan penguatan pemenuhan uang Rupiah.

"Sebagai mana amanat undang-undang dalam kewajiban penggunaan uang Rupiah di wilayah NKRI untuk menjaga kedaulatannya," kata Yufrizal.

Baca juga: BI Bekerja sama Dengan Pemkab Bulungan Tanam Padi Metode Hazton
Baca juga: Perwakilan BI Kaltara kembali salurkan beasiswa sebesar Rp1,5 miliar
Baca juga: BI Siapkan Rp1,7 triliun Untuk Penukaran Uang Lebaran di Kaltara
Baca juga: BI Mendorong Peningkatan Produksi Udang Dengan Metode Lactobacillus