Tips turunkan berat badan saat Ramadan
Rabu, 8 Mei 2019 12:06 WIB
Timbangan BB (datiz)
Tanjung Selor (ANTARA) - Pernah mencoba diet untuk turunkan berat badan tetapi selalu gagal.
Ramadan adalah bulan ampunan atau bulan penuh berkah. Mengapa tidak memanfaatkan momen bulan penuh rahmat ini untuk berusaha menurunkan berat badan sekaligus ibadah.
Sebelum "istiqomah" untuk menurunkan berat badan (BB) pada Ramadan ini, maka sebagai motivasi, ketahuilah bahaya kegemukan atau obesitas.
1. Tekanan darah dan kolesterol tinggi lebih beresiko bagi yang obesitas. Hal itu akhirnya beresiko mengalami gangguan jantung dan stroke. Risiko bisa ditekan dengan menurunkan berat badan melalui pola hidup sehat.
2. Kegemukan meningkatkan risiko diabetes. Risiko bisa ditekan dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga, dan cukup tidur untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Pola hidup sehat dan mengendalikan BB adalah menekan resiko diabetes.
3. Obesitas juga menyebabkan risiko kanker usus, payudara setelah menopause, lapisan terdalam pada rahim (endometrium), ginjal, dan sakit kerongkongan lebih tinggi pada orang kegemukan.
4. Batu dan gangguan lain pada kantong empedu lebih umum terjadi pada pengidap obesitas. Akan tetapi, penurunan berat badan secara cepat dan besar, bisa meningkatkan risiko mengalami batu empedu. Jadi risiko bisa ditekan jika penurunan BB hanya 0,5 Kg/minggu.
5. Radang sendi ini biasanya menyerang tangan, lutut, pinggul, dan punggung. Gangguan ini menyebabkan sendiri terasa sakit, kaku, bengkak.
6. Asam urat adalah penyakit yang memengaruhi kerja sendi. Sistem terganggu akibat tingginya kadar kristal asam urat di daerah persendian.
7. Gangguan tidur terjadi akibat masalah pernapasan. Kondisi ini menyebabkan pasien ngorok keras dan berhenti napas singkat saat tidur. Gangguan tidur (sleep apnea) meningkatkan risiko terkena stroke, gangguan jantung, dan mengganggu produktivitas pada pagi dan siang hari.
Berikut tips menurunkan berat badan saat puasa yang aman;
1. Perbanyak makan serat dan protein saat sahur atau bukan makanan tinggi kalori.
Serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama. Anda pun bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa dan mencegah kelaparan selama puasa.
2. Hindari makanan dan minuman manis. Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh sehingga mengacaukan diet.
3. Tetap olahraga ringan sebaiknya sore hari jelang berbuka atau setelah taraweh.
4. Banyak minum air putih selama bulan Puasa. Idealnya harus minum air putih 3-3-3-2: yakni 3 gelas saat sahur, 3 gelas saat berbuka, 3 gelas selepas solat Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.
5. Hindari makan sahur dan buka dengan gorengan.
6. Tidur cukup.
Tidur bisa menurunkan berat badan saat puasa. Pasalnya, kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme.
7. Jaga porsi makan saat berbuka, jangan kalap. Porsi juga dijaga saat makan malam dan sahur.
8. Juga jangan kalap saat Lebaran tetap jaga porsi makanan, dan tetap hindari yang berlemak dan gorengan. Saat lebaran, godaan cheating time kian kuat untuk menyikat semua makanan enak-enak itu.
Jika berat badan masih belum turun berarti ada poin-poin yang dilanggar selama Ramadan.
(Berbagai sumber)
Ramadan adalah bulan ampunan atau bulan penuh berkah. Mengapa tidak memanfaatkan momen bulan penuh rahmat ini untuk berusaha menurunkan berat badan sekaligus ibadah.
Sebelum "istiqomah" untuk menurunkan berat badan (BB) pada Ramadan ini, maka sebagai motivasi, ketahuilah bahaya kegemukan atau obesitas.
1. Tekanan darah dan kolesterol tinggi lebih beresiko bagi yang obesitas. Hal itu akhirnya beresiko mengalami gangguan jantung dan stroke. Risiko bisa ditekan dengan menurunkan berat badan melalui pola hidup sehat.
2. Kegemukan meningkatkan risiko diabetes. Risiko bisa ditekan dengan menerapkan pola makan sehat, olahraga, dan cukup tidur untuk mengendalikan kadar gula dalam darah. Pola hidup sehat dan mengendalikan BB adalah menekan resiko diabetes.
3. Obesitas juga menyebabkan risiko kanker usus, payudara setelah menopause, lapisan terdalam pada rahim (endometrium), ginjal, dan sakit kerongkongan lebih tinggi pada orang kegemukan.
4. Batu dan gangguan lain pada kantong empedu lebih umum terjadi pada pengidap obesitas. Akan tetapi, penurunan berat badan secara cepat dan besar, bisa meningkatkan risiko mengalami batu empedu. Jadi risiko bisa ditekan jika penurunan BB hanya 0,5 Kg/minggu.
5. Radang sendi ini biasanya menyerang tangan, lutut, pinggul, dan punggung. Gangguan ini menyebabkan sendiri terasa sakit, kaku, bengkak.
6. Asam urat adalah penyakit yang memengaruhi kerja sendi. Sistem terganggu akibat tingginya kadar kristal asam urat di daerah persendian.
7. Gangguan tidur terjadi akibat masalah pernapasan. Kondisi ini menyebabkan pasien ngorok keras dan berhenti napas singkat saat tidur. Gangguan tidur (sleep apnea) meningkatkan risiko terkena stroke, gangguan jantung, dan mengganggu produktivitas pada pagi dan siang hari.
Berikut tips menurunkan berat badan saat puasa yang aman;
1. Perbanyak makan serat dan protein saat sahur atau bukan makanan tinggi kalori.
Serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama. Anda pun bisa merasa kenyang sepanjang hari tanpa dan mencegah kelaparan selama puasa.
2. Hindari makanan dan minuman manis. Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh sehingga mengacaukan diet.
3. Tetap olahraga ringan sebaiknya sore hari jelang berbuka atau setelah taraweh.
4. Banyak minum air putih selama bulan Puasa. Idealnya harus minum air putih 3-3-3-2: yakni 3 gelas saat sahur, 3 gelas saat berbuka, 3 gelas selepas solat Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.
5. Hindari makan sahur dan buka dengan gorengan.
6. Tidur cukup.
Tidur bisa menurunkan berat badan saat puasa. Pasalnya, kurang tidur saat puasa akan mengacaukan sistem metabolisme.
7. Jaga porsi makan saat berbuka, jangan kalap. Porsi juga dijaga saat makan malam dan sahur.
8. Juga jangan kalap saat Lebaran tetap jaga porsi makanan, dan tetap hindari yang berlemak dan gorengan. Saat lebaran, godaan cheating time kian kuat untuk menyikat semua makanan enak-enak itu.
Jika berat badan masih belum turun berarti ada poin-poin yang dilanggar selama Ramadan.
(Berbagai sumber)
Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Artikel
Lihat Juga
Catatan Rifqi Andi Febrianto : Peran Vital Petani Dalam Pengendalian Inflasi Daerah Untuk Pertumbuhan Perekonomian yang Inklusif
13 February 2025 16:56 WIB, 2025
Catatan Ana Sriekaningsih : Ekonomi Kalimantan Utara dan Perbankan Pasca Penurunan Suku Bunga Acuan
29 January 2025 10:06 WIB, 2025
Bersinergi Memberantas Peredaran Dan Penyalahgunaan Narkoba di Kaltara
23 November 2024 11:49 WIB, 2024
Catatan Ana Sriekaningsih : Pertumbuhan KPR Pilar Ekonomi Berkelanjutan
18 November 2024 14:55 WIB, 2024
Dengan Semangat Korsa Mendistribusikan BBM Satu Harga ke Tapal Batas
31 October 2024 16:08 WIB, 2024