Kaltara waspadai ancaman Karhutla
Jumat, 14 Agustus 2020 15:59 WIB
Kaltara waspadai ancaman Karhutla
Tanjung Selor (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara mengingatkan semua pihak terkait untuk mewaspadai ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pasanya 'hotspot' atau titik panas mulai bermunculan kembali beberapa hari terakhir di provinsi ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Santiaji Pananrangi di Tanjung Selor, Rabu.
Diperkirakan kemarau mulai terjadi pada Agustus dan puncaknya akhir tahun.
Di Kaltara dalam beberapa hari terakhir sempat terpantau titik panas, termasuk per 10 Agustus 2020.
Ada tercatat ada tujuh titik panas terpantau satelit, yakni enam terpantau di Malinau dan satu di Nunukan.
Hal itu berdasarkan data diolah dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sumber dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan), yakni hasil pencitraan data Satelit Terra, Aqua, SNPP dan NOAA20.
Baca juga: Presiden: TNI/polisi dicopot jika daerahnya Karhutla
Terkait hal itu, pihaknya kini mulai mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
Termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
Upaya persiapam mulai dari peralatan dan sumber daya manusia kata Andi sudah terlatih.
"Yang jelas upaya mencegah jauh lebih baik ketimbang menanggulangi jika terjadi bencana," ujarnya.
Instansinya juga telah meminta BPBD Kabupaten/Kota memanfaatkan teknologi dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk BMKG guna terus memantau perkembangan titik panas agar tidak menimbulkan kebakaran.
BPBD juga dalam waktu dekat akan memberikan sosialisasi edukasi kepada aparat desa perihal pentingnya mencegah karhutla.
Baca juga: Menteri LHK: Antisipasi karhutla tetap prioritas
Baca juga: Sebanyak 6 rumah hangus terbakar di Tarakan
"Pasanya 'hotspot' atau titik panas mulai bermunculan kembali beberapa hari terakhir di provinsi ini," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Santiaji Pananrangi di Tanjung Selor, Rabu.
Diperkirakan kemarau mulai terjadi pada Agustus dan puncaknya akhir tahun.
Di Kaltara dalam beberapa hari terakhir sempat terpantau titik panas, termasuk per 10 Agustus 2020.
Ada tercatat ada tujuh titik panas terpantau satelit, yakni enam terpantau di Malinau dan satu di Nunukan.
Hal itu berdasarkan data diolah dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sumber dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan), yakni hasil pencitraan data Satelit Terra, Aqua, SNPP dan NOAA20.
Baca juga: Presiden: TNI/polisi dicopot jika daerahnya Karhutla
Terkait hal itu, pihaknya kini mulai mengantisipasi dengan berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
Termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
Upaya persiapam mulai dari peralatan dan sumber daya manusia kata Andi sudah terlatih.
"Yang jelas upaya mencegah jauh lebih baik ketimbang menanggulangi jika terjadi bencana," ujarnya.
Instansinya juga telah meminta BPBD Kabupaten/Kota memanfaatkan teknologi dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk BMKG guna terus memantau perkembangan titik panas agar tidak menimbulkan kebakaran.
BPBD juga dalam waktu dekat akan memberikan sosialisasi edukasi kepada aparat desa perihal pentingnya mencegah karhutla.
Baca juga: Menteri LHK: Antisipasi karhutla tetap prioritas
Baca juga: Sebanyak 6 rumah hangus terbakar di Tarakan
Pewarta : Redaksi
Editor : Iskandar Zulkarnaen
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Kaltara Terima Kunjungan Tim Pokja Keamanan dan Ketertiban Kawasan Hutan
15 October 2025 19:58 WIB
Manajemen JOB Simenggaris Lakukan Penanaman Pohon di Hutan Konservasi Arboretum South Sembakung Kaltara
03 February 2025 20:33 WIB
Apa yang terjadi dibalik kebakaran hutan ratusan hektare kawasan elit Amerika
11 January 2025 9:50 WIB, 2025
Artikel - Pohon Asuh, asa sejahtera dan hulubalang raksasa mengawal Heart of Borneo
22 September 2023 6:35 WIB, 2023
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
M4CR Perkuat Sinergi Pemerintah dan Desa dalam Konsolidasi DMPM di Kaltara
24 December 2025 8:10 WIB
Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia Tindaklanjuti Kerjasama Program Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan
24 October 2025 11:28 WIB
Delegasi Sri Lanka ke Kaltara Mempelajari Upaya Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
27 August 2025 18:46 WIB
KKN-PPM UGM bersama Pertamina EP Tarakan dan Lantamal XIII Tanam 1000 Mangrove
04 July 2025 17:58 WIB