Tanjung Selor, Kaltara (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang memaparkan capaian pembangunan Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna ke - 8, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Masa Persidangan II Tahun 2026.
Capaian pembangunan dipaparkan dalam penyampaian Nota Pengantar dan Penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara Tahun Anggaran 2025.
“Tahun 2025 merupakan tahun kelima dari pelaksanaan pembangunan jangka menengah daerah Provinsi Kaltara periode 2021–2026. Pada tahun ini, kita mengusung tema pembangunan ‘Pemantapan Industri dan Perdagangan Komoditas Unggulan Daerah’,” kata Gubernur Kaltara di Kantor DPRD Provinsi Kaltara, Tanjung Selor, Bulungan, Senin.
Tema ini, terangnya, diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas industri, pengembangan perdagangan, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta pembangunan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik dengan harapan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat Kaltara.
“Adapun capaian kinerja makro pembangunan Provinsi Kaltara Tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Antara lain; Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,04, meningkat sebesar 0,63 poin dibanding tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Tahun 2024, yang tercatat sebesar 73,41,” paparnya.
Karena itu ia bersyukur, sejak tahun 2020-2025 status pembangunan manusia di Kaltara selalu meningkat sehingga Kaltara berada pada level ‘tinggi’. Kemudian tingkat kemiskinan berada pada angka 5,54 persen, yang secara umum masih termasuk kategori relatif rendah dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,85 persen yang menunjukkan tren penurunan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, sebutnya, tercatat sebesar 4,56 persen yang didorong oleh aktivitas ekonomi di berbagai sektor dan pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp208,21 Juta serta ketimpangan pendapatan (gini ratio) berada pada angka 0,261, yang menunjukkan tingkat ketimpangan masih dalam kategori rendah.
“Capaian ini mencerminkan bahwa pembangunan di Kaltara terus bergerak ke arah yang lebih baik, meskipun masih terdapat berbagai tantangan yang perlu kita hadapi bersama,” ujar Zainal.
Kemudian, lanjutnya memaparkan pengelolaan keuangan daerah, yaitu realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025, di mana Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp965,35 Miliar, terealisasi Rp820 miliar atau 85 persen. Sedangkan pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp2,077 Triliun dan terealisasi Rp1,782 Triliun atau 85,79 persen. Kemudian pendapatan daerah lainnya yang sah terealisasi Rp56,68 Miliar atau 159,1 persen dari target.
Belanja daerah, paparnya lagi,dialokasikan sebesar Rp3,076 Triliun, dengan realisasi Rp2,642 Triliun atau 85,90 persen. Sedangkan belanja transfer terealisasi sebesar Rp435,93 miliar atau 88,86 persen. Kemudian untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terealisasi 102 persen, dan pengeluaran pembiayaan terealisasi 100 persen. “Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan cukup baik, meskipun ke depan perlu terus kita tingkatkan efektivitas dan efisiensinya,” tuturnya.
Ditegaskannya, capaian-capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik, merata, dan berkeadilan di Provinsi Kaltara.
“Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan pembangunan masih terdapat kekurangan dan tantangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan masukan, saran, dan rekomendasi dari DPRD Provinsi Kaltara sebagai bahan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” katanya.
Baca juga: Penerapan WFA Pemprov Kaltara Hemat Listrik dan Air Rp230 Juta Sebulan
Baca juga: Sekprov Kaltara ajak ASN memaknai kata Maaf dan Memaafkan