
Risalah Singkat Musrenbang Regional Kalimantan Tahun 2017 (Bagian Pertama) “Geostrategis Representatif, Kalimantan Bagian Utama Indonesiaâ€

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional(Musrenbangreg) Kalimantan Tahun 2017 di Jakarta, Selasa (18/4) laluberlangsung sukses. Lantas, apa saja yang tersampaikan pada kegiatan tahunanitu?
EDY SURATMAN
PESAN pertama yang tersampaikan pada MusrenbangregKalimantan 2017, adalah pengakuan secara nasional akan keberadaan ProvinsiKalimantan Utara (Kaltara). Buktinya, Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrieditunjuk menjadi koordinator Forum Kerjasama Revitalisasi Dan PercepatanPembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) periode 2017-2018. Sebagaikoordinator, Irianto pun didaulat memaparkan sejumlah fokus pembangunan diKalimantan pada acara yang dihadiri dua menteri itu, yakni Menteri Dalam NegeriTjahjo Kumolo dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala BadanPerencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro.
Mengawali paparannnya, Irianto mengulas singkattentang keberadaan Kaltara sebagai provinsi termuda di Kalimantan, jugaIndonesia. Saya berterima kasih atas dukungan Mendagri, DPR (Dewan PerwakilanRakyat) RI dan pihak terkait lainnya atas perkembangan yang dicapai Kaltaraselama ini, kata Irianto.
Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), pada 22 Aprilnanti Kaltara genap berusia 4 tahun. Mengulas balik, Irianto yang juga sempatditunjuk sebagai Penjabat Gubernur Kaltara selama dua tahun (sejak 2013)menyebutkan, dari 10 persyaratan yang diwajibkan untuk menegaskan eksistensisebuah DOB, nyaris semuanya terpenuhi. 9,5 diantaranya sudah kami penuhi,hanya persoalan batas wilayah yang belum kami jalankan. Namun terus kamievaluasi dan lakukan percepatan penyelesaiannya, urai Irianto.
Irianto menargetkan, ketika Kaltara genap berusia 5tahun (22 April 2018), urusan batas wilayah itu sudah terselesaikan. Sehingga,Kaltara secara penuh ditetapkan menjadi daerah otonomi.
Selepas itu, di hadapan sejumlah gubernur diKalimantan dan hadirin, Irianto memaparkan materi utama Musrenbangreg Kalimantan2017. Diawali dari penggambaran kondisi geostrategis Kalimantan. Gambaranmengenai luas wilayah Kalimantan ini penting disampaikan, guna menggambarkanposisi strategis Kalimantan, sekaligus mengingatkan bahwa Kalimantan adalahbagian utama Indonesia, urai Irianto.
Secara geostrategis, Kalimantan memiliki cadangansumber daya alam melimpah, bebas gempa dan memiliki hutan yang merupakanparu-paru dunia. Kalimantan luas wilayahnya 4 kali Pulau Jawa, dan posisiKalimantan itu ada di tengah-tengah. Dari itu, agar adil, mari kita dukungibukota negara dipindah ke Kalimantan, kelakar Irianto.
Sayangnya, kondisi itu tak dioptimalkan PemerintahIndonesia hingga saat ini. Disampaikan Irianto, menyesuaikan dengan kehendakPemerintah Indonesia yang kini dipimpin Presiden Joko Widodo, maka usulanoptimalisasi pemanfaatan kondisi geostrategis Kalimantan itu ditujukan pada duatitik fokus. Yakni, pembangunan ketahanan energi dan konektivitas. Adapunhubungan prioritas nasional dengan fokus prioritas regional Kalimantan,mengikuti tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 yakni memacu investasi daninfrastruktur untuk pertumbuhan dan pemerataan. Dimana untuk mencapainya,dilakukan peningkatan kualitas Money Follow Program dengan pendekatan holistik,tematik, integratif dan spasial, ujar Irianto.
Dirincikan Irianto, fokus prioritas regional PulauKalimantan untuk 2018-2019 adalah pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT)dan konservasi energi serta pemenuhan kebutuhan energi untuk fokus ketahananenergi, dan pengembangan sarana dan prasarana transportasi darat, laut danudara untuk fokus infrastruktur konektivitas dan kemaritiman. Kebijakan danpendekatan pembangunan regional Kalimantan, tematiknya merupakan pembangunan diPulau Kalimantan melalui percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas danenergi. Pendekatan holistik yang dilakukan, yakni konektivitas tersambung dariSebatik (Kaltara) hingga Entikong di Kalimantan Barat (Kalbar) dan energidinikmati oleh seluruh rakyat Kalimantan, papar Irianto.
Adapun pendekatan integratif dari pendekatanpembangunan regional Kalimantan, yakni dukungan pendanaan pada tingkatkabupaten, provinsi dan nasional sesuai kewenangan yang ada. Dan, pendekatanspasialnya, perencanaan kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan keruangan.(bersambung)
Pewarta :
Editor:
Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026
