Gotong Royong Atasi Dampak Bencana Sebatik

id Abrasi sebatik

Gotong royong (Dok)

Sebatik (Antaranews Kaltara) - Ratusan warga Sebatik Nunukan, Kalimantan Utara dibantu berbagai elemen bergotong royong mengatasi dampak bencana gelombang dan abrasi Pantai Indah Desa Tanjung Aru tadi pagi (25/1).

Dilaporkan di Sebatik, Jumat sedikitnya 300-an warga melakukan upaya atasi dampak bencana gelombang laut dan abrasi pantai beberapa hari lalu yang menyebabkan jalan semenisasi longsor dan beberapa rumah penduduk rusak parah.

Kerusakan parah menimpa kawasan Pantai Indah, Dusun Pantai Indah RT. 04 Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.

"Kerja Bhakti di Pantai Indah, Desa Tanjung Aru dalam rangka untuk meringankan beban warga," kata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara Mohammad Pandi.

Pandi yang didampingi pejabat Dinas Kominikasi dan Informasi Nunukan Suharto Dick bahwa warga dibantu antara lain staf Kecamatan Sebatik Timur, Koramil, Satgas Marinir Ambalat XXIII, dan Pos Pamtas Tanjung Aru.

Tampak juga UPT Dishub, Damkar Sungai Nyamuk, UPT DLH Sebatik, mahasiswa Universitas Borneo, staf desa, polisi dan Satpol PP. Kegiatan antara lain pemasangan siring/patok dari kayu ulin dan kayu kelapa untuk penahan tanggul karung pasir.

Kegiatan lain pembuatan tanggul karung pasir sepanjang sekitar 200 meter. Aksi lain, yakni pembersihan sampah kayu dari paku.

Dilakukan juga penyerahan bantuan sosial berupa Sandang dan Pangan kepada warga RT. 04 dan RT. 16 yang terdampak bencana gelombang laut dari Dinas Sosial Kab. Nunukan melalui Tim Tagana Kab. Nunukan.

Jenis Barang bantuan sosial dari Dinsos Nunukan antara lain matras, tenda gulung selimut, seragam SD, SMP dan SMA.

Bantuan lain makanan dan obat-obatan. Sebagian warga di pantai tersebut telah mengungsi.

Berdasarkan kearifan lokal memperkirakan cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi terus terjadi hingga awal Februari.
"Kita mengingatkan warga untuk sementara untuk mengungsi dulu sampai cuaca buruk berlalu," kata Pandi. Dalam bencana di Sebatik ini tercatat hanya menimbulkan kerugian materil serta sejumlah warga luka namun tidak ada yang tewas.
Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar