Tanpa kepadatan pelayat, Rumah duka ibunda Presiden

id Ibunda presiden wafat

Tanpa kepadatan pelayat, Rumah duka ibunda Presiden

Rumah duka ibunda Presiden tanpa kepadatan pelayat

Solo (ANTARA) - Suasana di sekitar rumah duka ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi Notomihardjo, di Jalan Pleret Raya, Banyuanyar, Kota Surakarta, Rabu malam, tidak menunjukkan adanya kepadatan para pelayat.

Dari pantauan Antara di lokasi, tidak banyak pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa langsung ke rumah duka.

Petugas sudah mulai berjalan di ujung Jalan Pleret Raya yang terhubung langsung dengan Jalan Letjen Suprapto, Kota Solo, itu.

Para jurnalis yang meliput di sekitar rumah duka almarhumahSudjiatmi juga hanya bisa mengambil gambar di ujung Jalan Pleret Raya.

Beberapa pejabat yang sempat datang ke rumah duka, antara lain Gubernur Ganjar Pranowo, Kapolda Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen M.Effendi, serta Wali Kota F.X.Hadi Rudyatmo serta Wakil Wali Kota Achmad Purnomo.

Sementara Mensesneg Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung juga hadir beberapa jam setelah jenazah almarhum tiba di rumah duka.

Adapun karangan bunga ucapan duka cita juga mulai berdatangan ke rumah duka.

Petugas menempatkan karangan-karangan bunga ucapan duka cita itu di sepanjang Jalan Letjen Suprapto.

Pihak keluarga Presiden Joko Widodo melalui Gubernur Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak perlu datang langsung untuk melayat.

"Tadi disampaikan langsung Mas Gibran (Gibran Rakabuming), agar masyarakat mendoakan saja dari rumah," katanya.

Ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut yang berkaitan dengan pencegahan penyebaran COVID-19.

Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada usia 77 tahun karena penyakit kanker.

Jenazah almarhumah rencananya akan dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3) pukul 13.00 WIB. Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Masuki M. Astro

Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar