PLTA Mentarang Induk di Malinau Dikebut Proses Pengerjaan Untuk Amdal

id Pemprov

PLTA Mentarang Induk di Malinau Dikebut Proses Pengerjaan Untuk Amdal

Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang. ANTARA/HO - Dinas KISP Pemprov Kaltara.

Tarakan (ANTARA) - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mentarang Induk oleh PT. Kayan Hydropower Nusantara (KHN) di Kabupaten Malinau terus dikebut termasuk progres Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

"PLTA ini dapat menjadi lumbung energi terbarukan dan sangat dinantikan masyarakat Kaltara," kata Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang di Tanjung Selor, Bulungan, Rabu saat pemaparan secara virtual pada Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan Kementrian Lingkungan Hidup dan Hutan (PDLUK KLHK) oleh jajaran PT KHN.

Menurutnya kehadiran PLTA Mentarang Induk dapat memasok kebutuhan listrik masyarakat di provinsi termuda ini serta Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) dan daerah terdekat lainnya di Kaltara.

Gubernur meminta, pembangunan PLTA Mentarang Induk ini dapat dikebut agar manfaatnya dirasakan masyarakat Kaltara.

Demikian juga permasalahan Amdal, di mana pembangunan PLTA ini tetap harus mengikuti aturan yang berlaku, sehingga tidak berdampak buruk bagi pengerjaan konstruksinya.

“Saya inginkan proses pengerjaan Amdal ini dapat segera diselesaikan sehingga pengerjaan PLTA Mentarang Induk ini bisa segera dimulai,” kata Zainal.

Dijelaskannya bahwa Amdal merupakan salah satu dokumen penting untuk menentukan suatu keputusan.

Di mana, Amdal ini merupakan modal dasar pemberian izin untuk usaha selanjutnya, sehingga pengerjaannya haruslah benar-benar sesuai aturan agar tidak menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan sosial.

“Seperti diketahui, permasalahan Amdal ini sudah beberapa kali dibahas bersama para tim dan pakar, jadi saya inginkan Amdal untuk PLTA Mentarang ini harus bernar-benar memberikan masukan yang komprehensif,” kata Zainal.

Mengingat proses pembangunan PLTA Mentarang Induk membutuhkan waktu yang panjang, yakni hingga 2029.

Gubernur berharap proses pengerjaan Amdal dapat segera diselesaikan, sehingga pembangunannya dapat segera dilakukan dan PLTA Mentarang Induk ini dapat menjadi model pembangunan hijau yang dapat dicontoh wilayah lain di Indonesia.

“PLTA Mentarang Induk ini menjadi harapan masyarakat Kaltara, untuk memiliki energi baru terbarukan, kita juga berharap PLTA ini menjadi pilot project di Indonesia,” katanya.
Baca juga: PLTA Sungai Kayan Merupakan Energi Baru Terbarukan Ramah Lingkungan
Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar