Aplikasi E-Kinerja Masuki Evaluasi Akhir

id Aplikasi, e-kinerja, Evaluasi, Akhir

EVALUASI AKHIR : Kepala BKD Muhmmad Ishak memberikan arahan kepada peserta rapat sekaligus membuka Rakor e-Kinerja dalam rangka evaluasi implementasi Aplikasi e-Kinerja di lingkungan Pemprov Kaltara di Ruang Rapat Gedung Gadis, Rabu (30/5). (humasprovkaltara)

Tanjung Selor (Antaranews Kaltara) - Guna meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mengaplikasikan Peraturan Gubernur (Pergub) Kalimantan Utara (Kaltara) Nomor 111 tahun 2017 tentang Tambahan Penghasilan Berbasis Kinerja, maka setiap ASN diwajibkan mengisi laporan harian e-Kinerja. Penerapan e-Kinerja ini, sudah masuk tahapan evaluasi implementasi. Evaluasi dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltara. "Evaluasi implementasi aplikasi e-Kinerja ini merupakan sosialisasi tahap akhir, terkait dengan perhitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang nantinya diperoleh. Sebelumnya telah dilakukan beberapa kali sosialisasi pada Januari hingga April terkait dengan cara pengisian e-Kinerja," kata Kepala BKD Provinsi Kaltara Muhammad Ishak, Rabu (30/5).

Evaluasi akhir ini terfokus pada upaya untuk menghindari perhitungan yang kurang kongkrit, baik kekurangan maupun kelebihan saat menerima pembayaran TPP. "Jika sebelumnya pembayaran TPP ASN berdasarkan kehadiran dengan sistem absensi online. Mulai tahun ini, pembayaran ditetapkan berdasarkan kinerja (60 persen) dan absensi online (40 persen). Jadi, aplikasi ini terintegrasi dengan absensi kehadiran ASN. Yang mana, jika ASN tidak melakukan melakukan fingerprint (absensi) maka ASN tersebut tidak dapat menginput e-Kinerja," urai Ishak.

ASN yang melakukan perjalanan dinas, tak perlu mengisi e-Kinerja juga tak melakukan absensi online. Dispensasi diberikan kepada ASN tersebut, dengan melampirkan Surat Perintah Tugas (SPT) dari yang bersangkutan. "Setelah evaluasi akhir ini, maka aplikasi e-Kinerja sudah dapat diterapkan di lingkup Pemprov Kaltara. Dan, aplikasi ini akan terus akan dibenahi, sehingga sempurna," tutupnya.

Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar