Genpi: Wisata alam lebih tepat di Nunukan

id pariwisata nunukan, genpi nunukan, wisata alam nunukan

Salah satu wisata alam yang dimiliki Kabupaten Nunukan yang terletak di Desa Binusan Kecamatan Nunukan.

Nunukan (AntaranewsKaltara) - Generasi Pesona Indonesia (Genpi) menilai potensi pariwisata yang lebih tepat dikembangkan di Kabupaten Nunukan, Kaltara adalah wisata alam.
Mengingat, alam daerah itu masih sangat alami yang belum pernah terjamah dan memenuhi standar untuk penelitian (riset), kata Ketua Genpi Nunukan, Rici Sugianto di Nunukan, Sabtu.
Ia mencontohkan, wisata arung jeram yang terletak di Sungai Pensiangan sepanjang Kecamatan Lumbis, Lumbis Ogong hingga wilayah perbatasan dengan Negeri Sabah, Malaysia.
Sepanjang sungai yang berhulu di Malasia ini pada sisi kiri dan kanan terdapat hutan lebat dimana di dalamnya terdapat berbagai jenis kayu khususnya jenis ulin.
Kayu ulin tersebut berukuran cukup besar dengan usia diperkirakan ratusan tahun. Namun, kata Rici, keberadaannya kayu itu belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah dalam menarik wisatawan mancanegara.
Padahal, jika kondisi alam atau hutan dimanfaatkan maksimal tidak tertutup kemungkinan menjadi pusat riset bagi mahasiswa dari luar negeri. Sambil ber-arung jeram sepanjang perjalanan menggunakan jalur sungai.
Lalu, potensi wisata alam lainnya yang sangat layak dikembangkan di Kabupaten Nunukan adalah hutan-hutan yang dihuni oleh bekantan.
Seperti hutan di Sei Ular Kecamatan Seimenggelaris, Tanjung Cantik di Desa Binusan Kecamatan Nunukan dan Mantikas di Kecamatan Sebatik Barat.
Ditambah pula potensi wisata kuliner dan pasar di Pulau Sebatik dimana saat bertransaksi bisa menggunakan dua mata uang yakni rupiah (mata uang Indonesia) dan ringgit (mata uang Malaysia).
Menurut Rici, jika potensi-potensi wisata ini benar-benar dikembangkan maka wisman akan tertarik ke Kabupaten Nunukan.
Hanya saja pengembangan obyek wisata terlebih dahulu meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya soal kebersihan lingkungan.
Bagaimana wisman akan berkunjung di Kabupaten Nunukan apabila sampah dan kotoran masih berserakan dimana-mana, tanya pria asal Provinsi Bengkulu ini.
Meskipun diakui, pengembangan pariwisata di daerah itu butuh waktu yang cukup lama dengan penuh kesabaran akibat banyaknya tantangan yang dihadapi.
Salah satu tantangan adalah, sulitnya jangkauan spot-spot potensi pariwisata tersebut, kata dia.
Rici optimis, langkah dan upaya yang dicanangkan dalam mengembangkan pawisata di Kabupaten Nunukan akan berhasil atau minimal realisasinya akan kelihatan secara bertahap.
Genpi ini sebuah organisasi independen yang telah terkoneksi dengan Kementerian Pariwisata memiliki misi khusus pada pengembangan sektor pariwisata.

Pewarta :
Editor: Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar