BNPB: kasus di Kaltara bukan likuefaksi

id Likuefaksi di kaltara

BNPB: kasus di Kaltara bukan likuefaksi

Tangkapan layar video longsor di KTT (Ant)

Jakarta (ANTARA) -

Longsor diKaltara mirip likuefaksi

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengatakan patahan akibat pergerakan tanah yang terjadi di lahan usaha milik PT Pipit Mutiara Jaya site Bebatu di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (29/10) bukan merupakan fenomena likuefaksi.

"Pihak dinas terkait diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan kuasa penguasaan di wilayah kerja masing-masing," kata Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga:Viral di medsos tanah longsor mirip "likuifaksi" Kaltara

Agus juga mengimbau pekerja dan masyarakat setempat untuk tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, misalnya isu pergerakan tanah yang terjadi merupakan likuefaksi atau pencairan tanah sebagaimana pernah terjadi di Palu dan sekitarnya setelah bencana gempa dan tsunami.

Agus mengatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara bersama tim dari PT Pipit Mutiara Jaya telah melakukan peninjauan lapangan atas peristiwa patahan akibat pergerakan tanah pada Sabtu (2/11).

"Peninjauan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan peristiwa tanah longsor yang sempat diduga merupakan fenomena likuefaksi," tuturnya.

Hasil peninjauan tersebut kemudian dipadukan dengan hasil investigasi dari DInas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalimantan Utara, Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Utara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung.

Baca juga:Kerentanan Likuefaksi dijadikan pedoman rencana tata ruang

"Akhirnya disimpulkan bahwa kejadian itu bukan merupakan likuefaksi seperti yang sempat beredar luas," jelasnya.

Agus mengatakan kejadian tanah longsor di area tambang tersebut tidak menyebabkan korban jiwa, tetapi enam unit alat berat dilaporkan tertimbun. Tiga ekskavator yang sebelumnya tertimbun, dilaporkan sudah berhasil dievakuasi.


Kejadian di KTT


Lagi viral berita di media sosial, khususnya via Facebook dan WAG (WhatsApp Group) tentang longsor yg mirip "likuifaksi" (pencairan tanah) pada salah satu daerah di Kabupaten Tana Tidung(KTT), KalimantanUtara.

Dilaporkan di Tanjung Selor, Rabu awalnya pesan berantai tentang video longsor itu di WAGitu dianggap hoaks.

Demikian juga video yang beredar di Facebookdianggap hoaks karena tidak ada pernyataan resmi pihak terkait. Sementara lokasi kejadian cukup terpencil baik dijangkau dari Kota Tarakan atau Tanjung Selor(Ibu Kota Provinsi Kaltara).

Di Facebook video dibagikan atas nama akun, Anya Surayah Kasim diposting kemarin 21.08 Wita yang telah ditonton 3.247 kali sampai pukul 20.05 Wita, ditulis kejadian di Bebantu, salah satu daerah KTT.

Dalam video berdurasi 0,21 detik terlihat lokasi tambang yang tiba-tiba tanah bergerak lebih mirip pencairan tanah atau likuefaksi tanah seperti gempa tektonik yang menimpa Palu, beberapa waktu silam.

Terdengar suara orang berteriak kaget melihat bencana tanah longsong itu.

Baca juga:Syukurlah, Jalan Putus di Sebatik Sudah Bisa Dilewati

Baca juga:Penanganan Jalan Longsor Sebatik
Baca juga:Longsor Lintas Kalimantan Kaltara


Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, M. Pandikepada ANTARA membenarkan kejadian itu.

"Belum banyak yang bisa saya terangkan karena tim masih melakukam investigasi," katanya.

Harapan dia agar warga lebih hati-hati menghadapi ancaman bencana di musim pancaroba ini.

Demikian pula salah seorang pejabat di Dinas Lingkungan Hidup Kaltara dan membenarkan kejadian itu tapi berjanji besok memberikan keterangan lengkap hasil investigasi.

Pejabat di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltara juga enggan memberikan keterangan karena belum tahu persis kejadian atau masih tahap investigasi.

Info yang dihimpun longsor diduga terjadi di konsesi tambang batu bara PT. Pipit Mutiara Jaya Kaltim.

Kejadian pada tanggal 29 Oktober 2019 jam 08.15 di PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu Kab Tana Tidung, di akses jalan tambang dari disposal menuju pit 9 Utara.

Korban jiwa tidak ada, enam unit alat berat tertimbun yaitu tiga excavator, saru Dozer, satu ADT, satu LV.

Tim dari dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Kaltara dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung sedang melakukan investigasi kejadian
Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Triono Subagyo

BNPB : hampir satu juta hektare lahan terbakar di tahun 2019


00:00
00:00




COPYRIGHT © ANTARA 2019
Pewarta :
Editor : Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar