Tanjung Selor (Antara News Kaltara) – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H IriantoLambrie menghimbau kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah(SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk berkolaborasi memberikan pembinaan kepada perangkat desa.
“Yang mempunyaiprogram ke desa, seperti Dinas Pertanian dan Kehutanan atau Dinas Kelautan danPerikanan dan lainnya, untuk bersama-sama membina perangkat desa ini,†ujar Irianto.
Hal ini mengacu pada Indeks Desa Membangun (IDM) telah diluncurkanoleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang mencatat sebanyak 444 persen desa di empatkabupaten di Kaltara, masing-masing Bulungan, Tana Tidung, Malinau dan Nunukan,terdapat sedikitnya 290 desa dalamkategori sangat tertinggal atau sebanyak 65,32 persen.
Selebihnya 117desa atau sebanyak 26,35 persen masuk dalam kategori tertinggal. Kemudian desakategori berkembang jumlahnya hanya mencapai 33 desa atau sekitar 7,43 persen.
Sedang desa yangtergolong desa maju masih di bawah 1 persen, yakni sebanyak 4 desa. Keempatdesa maju tersebut adalah Desa Tideng Pale di Kecamatan Sesayap (Tana Tidung),Desa Sungai Nyamuk di Kecamatan Sebatik Timur (Nunukan), Desa Sanur diKecamatan Tulin Onsoi (Nunukan), dan Desa Malinau Kota di Kecamatan MalinauKota (Malinau).
Jika Indeks inidipergunakan dengan baik sebagai acuan dalam melakukan afirmasi, integrasi dansinergi pembangunan, kondisi masyarakat desa yang sejahtera, adil dan mandiriseperti yang dicita-citakan. Gubernur yakin akan mencapai sasaran yang tertuangdalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dapat diwujudkan.
“Yakni, mengurangijumlah desa tertinggal dan meningkatkan jumlah desa mandiri,†ungkapnya.
Indeks penilaian desa diukur atas tigakomponen utama. Komponen tersebut adalah indeks ketahanan sosial, ekonomi danketahanan lingkungan.