Geliat Musik Kalimantan Utara

id ,

Geliat Musik Kalimantan Utara

Komunitas Musik (Robie Amir)

Oleh Robie Amir

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) - Kalimantan Utara adalah anak bungsu Ibu Pertiwi yang lahir tiga tahun silam, namun di balik berbagai ketertinggalannya ternyata daerah ini terus menggeliat sehingga berbagai sektor ikut bangkit termasuk di bidang musik.
Tengok saja, di Tanjung Selor -- Ibu Kota Kalimantan Utara-- ternyata ada perkumpulan peminat terhadap musik cadas, yakni Komunitas Bambu Raja Musick Extreme yang ada di Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara.
Komunitas yang dibentuk pada tanggal 20 Oktober 2009 di Tanjung Selor ini menurut Abdul Haris atau biasa yang disapa Aink hari Selasa mengatakan “Pada awalnya membuat Komunitas terasa mudah karena kita bertemu dengan orang-orang yang sudah kita kenal serta memiliki ide, minat atau hobi yang sama lalu berangkat dari keseragaman itulah maka sebuah komunitas ini sendiri memiliki tujuan positif serta kegiatan untuk tercapai bersama.”
Ia juga menambahkan bahwa disamping memperkuat tali silaturahmi terhadap para musisi, perkembangan kreatifitas dunia musik indie atau lokal di Bulungan akan berkembang dan terus berkarya untuk kedepannya dan animo masyarakat, khususnya anak muda akan mengkonsumsi musik lokal itu semakin membaik.
Seperti yang dijelaskan bahwa kebanyakan pada umumnya lagu dari metal itu sendiri yang mungkin masih banyak masyarakat yang belum paham apa sebenarnya makna dari lagu yang bernuansa musik keras ini ialah menceritakan tentang kehidupan Aku, Mereka ataupun kalian dengan Tuhan yang sibuk menikmati dunia, sehingga akan lupa cara mengenal tuhan dan menyakini bahwa tuhan duduk disinggasana sendiri jauh diatas sana.
Di dalam Komunitas Bambu Raja itu sendiri pada umumnya bergenre musik keras bawah tanah (Underground) seperti diantaranya Metal dan jumlah anggotanya kurang lebih 60 orang.
Acara rutin tahunan yang selalu diadakan dibulan Agustus oleh komunitas ini antara lain Bulungan Distorsi part 1 di Tahun 2012, Part 2 Tahun 2013, serta Part 3 Tahun 2014 dan acara ini sempat terhenti pada tahun 2015 yang dikarenakan tidak adanya bantuan untuk Komunitas itu sendiri
Peminat atau penggemar musik keras yang ada Provinsi Kalimantan Utara memang meningkat dan sudah cukup banyak, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi dalam Event atau acara Komunitas Bambu Raja Musick Extreme baik dari Bulungan, Tarakan, bahkan Berau.
"Permasalahan yang selama ini kita rasakan dikomunitas, yaitu kurangnya support terhadap musisi bulungan pada umumnya, selama ini kita bergerak sendiri untuk mengadakan kegiatan yang kita laksanakan," ujarnya.
"Selama ini yang membantu kegiatan komunitas yaitu supportnya dari teman-teman dan Uang kas yang kita kumpulkan serta dukungan dari 5 Production yang selama kegiatan ini berjalan," tambahnya.
Harapan kedepan dari Komunitas Bambu Raja Musick Extreme ini untuk pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Kabupaten Bulungan agar memperhatikan lebih baik lagi untuk Komunitas Musik yang ada dibulungan bahkan di Kaltara.