Logo Header Antaranews Kaltara

Gubernur Tagih Janji Menkes

Kamis, 19 Januari 2017 09:44 WIB
Image Print
RAMPUNG : Rumah Sakit Pratama di Long Bawan telah rampung, namun belum bisa difungsikan karena belum memiliki tenaga medis dan kelengkapan lain. (,)

Jakarta (Antara News Kaltara) - GubernurKalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, menjelaskan salah satu persoalan yangterjadi di wilayah perbatasan dan harus ada penanganan cepat adalah minimnyapelayanan kesehatan, karena belum ada rumah sakit yang layak.

Meskipun dengan anggaran terbatas, lanjut Irianto,Pemprov Kaltara telah mengalokasikan untuk pembangunan dua rumah sakit pratamayang saat ini bangunan fisiknya telah rampung, yakni di Desa Long Bawan,Kabupaten Nunukan dan Long Apung, Kabupaten Malinau. Namun, Rumah Sakit Pratamatersebut belum memiliki sarana dan prasarana penunjang untuk mendukungpelayanan kesehatan di perbatasan.

Bangunan telah ada. Namun sampai sekarang masih belumbisa difungsikan karena belum memiliki tenaga medis dan kelengkapan lain, ujarIrianto, pada saar Rapat Koordinasi BNPP di Hotel Borobudur, Selasa (17/1)lalu.

Bahkan, tahun lalu, Irianto telah menulis surat kepadaMenteri Kesehatan agar Kaltara mendapat bantuan tenaga medis yang digunakanuntuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah tersebut. Pada pertemuan tersebutpula, Irianto menagih janji Menteri Kesehatan yang akan segara berkunjung keKaltara.

Namun, belum ada respon dari Kementerian Kesehatan. Kamimeminta juga agar Menteri Kesehatan Ibu Nila F Moeloek bisa mengunjungi daerahperbatasan untuk melihat secara langsung pelayanan kesehatan di Kaltara sesuaijanji beliau, tegas Irianto.

Secara fisik, pembangunan RSUD tersebut sudah rampung,hanya saja persediaan listrik harus menggunakan genset karena wilayah tersebutbelum teraliri oleh listrik. Irianto berencana akan mengagendakan pemaparan didepan menteri kesehatan mengenai RSUD tersebut serta kebutuhan lainnya.

Tinggal mengisi peralatan kesehatannya serta rumahdokter dan perawat, ujarnya.

Sedikitnya, dibutuhkan 20 rumah dokter yang akan bertugasdi Rumah Sakit tersebut. Selain itu, Irianto menyebutkan, untuk pengamanannyaakan didirikan pagar untuk meningkatkan keamanannya.

Rumah para dokter dan perawat kita membutuhkan sekitar20 puluh rumah dulu untuk sementara, ulas Irianto.

Pembangunan Rumah Sakit Pratama Tipe D di Long Bawan,Krayan, Nunukan dimulai dengan peletakkan batu pertama di lahan berada di ujungperbatasan negara Indonesia dengan Malaysia pada tahun 2014 lalu.

Keberadaan rumah sakit pertama dan paling ujung di daerahperbatasan tersebut dibangun dalam rangka pendekatan dalam pemberian pelayanankesehatan kepada masyarakat di daerah perbatasan. Irianto menyebutkan, saatitu, sumber pendanaan pembangunan Rumah Sakit tersebut berasal dari AnggaranPendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltim Rp 18,5 miliar.

Selain itu, Irianto menyebutkan, Pemprov Kaltara melaluiDinas Kesehatan telah mengalokasikan anggaran untuk program dokter terbang.Apresiasi masyarakat terkait dokter terbang di wilayah Kaltara cukup tinggi.Namun kunjungan dokter terbang ini akan disesuaikan sesuai kebutuhan tiapwilayahnya.

Untuk dokter terbang spesialis yang dikirim, disebutkanIrianto terdapat tiga spesifikasi dokter yang menjadi kebutuhan masyarakat diwilayah pedalaman dan perbatasan, diantaranya dokter spesialis penyakit dalam,penyakit anak, dan spesialis bedah.

Terutama dokter spesialis dalam. Karena banyakmasyarakat yang membutuhkan penanganan dokter spesialis penyakit dalam sepertipenyakit pencernaan, katanya. (hmsprov)

//grafis :

Malinau

1. DAKReguler Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar Rp8.097.000.000

2. DAKReguler Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan Rp8.130.000.000

3. DAKReguler Bidang Pelayanan Kesehatan Kefarmasian Rp3.525.000.000

4. DAKAfirmasi Kesehatan Rp65.550.000.000


Nunukan

1. DAKReguler Bidang Pelayanan Kesehatan Dasar Rp 4.187.000.000

2. DAKReguler Bidang Pelayanan Kesehatan Rujukan Rp3.130.000.000

3. DAKReguler BIdang Pelayanan Kesehatan Kefarmasian Rp3.413.000.000

4. DAKPenugasan Bidang Kesehatan (RS Rujukan, dan Pratama) Rp 45.000.000.000

5. DAKAfirmasi Kesehatan Rp70.437.000.000



Pewarta :
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2026