Gubernur Minta Investor Peduli Lingkungan--Kaltara Utamakan Pemanfaatan SDA Berbasis Konservasi

id ,

Gubernur Minta Investor Peduli Lingkungan--Kaltara Utamakan Pemanfaatan SDA Berbasis Konservasi (dok humas)

Tanjung Selor (Antara News Kaltara) – Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah di Kalimantan Utara (Kaltara),
tidak dipungkiri banyak menarik minat investor untuk berinvestasi di provinsi
termuda di Tanah Air ini. Meski sangat terbuka terhadap masuknya investor,
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menegaskan, siapa pun yang akan
berinvestasi di Kaltara harus mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku. Salah satunya wajib memperdulikan aspek lingkungan.

Gubernur mengatakan, majunya pembangunan termasuk perkembangan investasi
harus diimbangi dengan kelestarian lingkungan. Mengingat hal ini untuk
kepentingan masyarakat di masa mendatang. “Menjaga keseimbangan alam itu
penting. Jadi tidak semata-mata mencari keuntungan secara ekonomi dari
investasi ini. kita juga harus memikirkan kelestarian lingkungan untuk
kelangsungan hidup di masa mendatang,” ujarnya.

Atas pertimbangan itu lah, Irianto menekankan Pemerintah Provinsi
Kaltara mengutamakan pemanfaatan Sumber Daya Alam berbasis konservasi. Artinya,
memanfaatkan sumber daya alam yang ada, dengan tetap menjaga kelestarian
lingkungannya.

Salah satunya, dicontohkan, 
pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Dengan memanfaatkan
ketersediaan air di beberapa aliran sungai besar yang ada di Kaltara untuk
menjadi sumber energy terbarukan. “Kenapa kita lebih memilih PLTA, karena
ketersediaan air kita melimpah. Dibanding dengan bahan bakar minyak, gas
ataupun batubara yang pasti akan ada habisnya,” kata Irianto.

Yang perlu dilakukan untuk menjaga ketersedian air tetap ada, tegas
Irianto, adalah dengan menjaga kelestarian lingkungan. Utamanya hutan di
wilayah hulu aliran sungai ini. “Kembali lagi saya tegaskan, kami tidak
menghalangi investor. Kami sangat terbuka, bahkan memberikan kemudahan. Hanya
saja, kami minta, perusahaan wajib peduli lingkungan,” tegasnya.

Seperti diketahui, pasca perhelatan Kaltara Investment Forum (KIF) 2017
pada 8 Maret lalu, sejumlah investor baik dari dalam maupun luar negeri,
tertarik untuk menanamkan modalnya di Kaltara. Menurut catatan Badan Penanaman
Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kaltara, ada 30 investor yang sudah
menunjukkan keseriusan untuk menanamkan modalnya.

Selain itu, ada juga 2 perusahaan pembiayaan asing yang rencananya akan
menjalin kerja sama dengan lembaga pembiayaan infrastruktur bentukan
pemerintah. Kerja samanya berpola  Public
Private Partnership (PPP).

Irianto mengatakan, untuk berinvestasi, ada sejumlah pertanyaan yang
diajukan oleh investor itu. Di antaranya, peluang atau slot investasi yang
tersedia di Kaltara, dan paket kemudahan investasi yang ditawarkan oleh
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Investor yang ingin masuk ke Kaltara itu, dari hasil penjajagan BPMPT,
tak ingin dipusingkan dengan sejumlah urusan administrasi maupun kesiapan
lainnya. Harapan mereka, paket kemudahan investasi yang dapat diberikan oleh
kita itu, seperti kemudahan pengurusan administrasi dan kesiapan sarana-prasarana,”
kata Irianto.

Ditegaskan, pihaknya tak bisa serta merta memenuhi seluruh keinginan
investor tersebut. Ini berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki kepala daerah,
baik gubernur maupun walikota atau bupati. “Kita akan menggelar rapat khusus
antara gubernur dengan kepala daerah di Kaltara untuk membahas persoalan ini.
Nanti, disesuaikan mekanisme yang ada di tiap daerah, sebab selain kewenangan
gubernur, terkait juga dengan kewenangan pihak lain, seperti walikota maupun
bupati dalam hal perizinan misalnya,” urai gubernur.

Tak terkecuali, kewenangan pemerintah pusat harus dikoordinasikan agar
ada kesepahaman dalam persoalan ini. “Investor ingin pemerintah memfasilitasi
dan memberi kemudahan. Namun, kita juga patut waspada dalam pemberian izin
nantinya, sebab tak jarang izin ini disalahgunakan pemegang izin,” ungkap
Irianto. Hal lain, lanjutnya, adalah melihat track record perusahaan yang akan
masuk ini. Termasuk salah satunya adalah melihat sejauh mana kepeduliannya
terhadap lingkungan.
Editor: Firsta Susan Ferdiany
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar