Bansir, Putra Berprestasi Kaltara Jadi Korban

Bansir, Putra Berprestasi Kaltara Jadi Korban
situasi penyelamatan korban speedbot terbalik (Qiky)
 Oleh M Rusman

         Nunukan (Antara News Kaltara) - Seorang putra berprestasi Provinsi Kalimantan Utara jadi korban meninggal dunia pada insiden  terbaliknya perahu cepat (speedboat) di perairan Kota Tarakan dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

        Dilaporkan di Tarakan, Selasa bahwa kepastian pria tersebut diketahui setelah diidentifikasi oleh RSUD Kota Tarakan terhadap tujuh korban meninggal dunia dari 30 penumpang yang ditemukan.

        Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Operasi Basanras Kaltim-Kaltara, Octavianto di Balikpapan melalui pesan tertulisnya.

        Sesuai identifikasi tersebut, dia membenarkan, salah satunya korban meninggal dunia bernama Lutfi Bansir  asal Kabupaten Bulungan, Kaltara.
   
        Pria yang dijuluki "penghulu" buah-buahan ini menumpang speedboat SB Rezky Baru dari Pelabuhan Tengkayu Kota Tarakan menuju Tanjung Selor Kabupaten Bulungan tenggelam sekitar  10.00 wita.

         Almarhum yang bergelar Doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang, Jatim ini telah melakukan perkawinan silang terhadap puluhan buah-buahan yang ditanam di kebun pribadinya di belakang Pasar Induk Tanjung Selor.

        Selama ini, korban (Lutfi Bansir) kelahiran 12 Juli 1969 ini telah melakukan eksperimen terhadap puluhan jenis buah-buahan secara generatif (kawin) maupun non kawin (vegetatif).

        Jenis buah-buahan hasil eksperimen korban adalah 14 jenis semangka tanpa biji, 170 jenis nangka, 30 jenis jambu dan 40 jenis durian.

        Almarhum pernah ditawar oleh pihak Malaysia dan Brunei untuk mengembangkan kemampuannya di sana tapi ia lebih memilih menjadi seorang pegawai negeri di Pemkab Bulungan.

        Buah-buahan hasil karya almarhum yang terkenal dan sempat beberapa kali menjadi juara pada lomba nasional hortikultura antara lain jambu madu, dan kelapa pandan.
  
       Dalam kecelakaan naas itu, selain Bansir, juga dinyatakan meninggal adalah istri, anak dan ibunya.

Editor:iskandar zulkarnaen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Warning: array_merge(): Argument #1 is not an array in /var/www/html/biro/kaltara/berita.php on line 117
Warning: array_merge(): Argument #1 is not an array in /var/www/html/biro/kaltara/#module/fly.php on line 27
Back to top
Twitter
Facebook
Google Plus
RSS