Pengembangan destinasi wisata prioritas Kaltara

id Pengembangan, Potensi, Dinasti, Wisata

Pengembangan destinasi wisata prioritas Kaltara

Gambar Infografis (humasprovkaltara)

Tanjung Selor (ANTARA) - Pengembangan potensi destinasi wisata di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di 2020, menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

Upaya lainnya, adalah peningkatan kinerja bidang industri dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kepariwisataan.

Diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kaltara, Ahmad Haerani, salah satu potensi wisata yang patut dikembangkan adalah Terumbu Karang Malingkit, Kecamatan Tanjung Palas Timur. “Terumbu Karang Malingkit memiliki beragam jenis karang dan biota laut lainnya, sehingga menjadi tempat yang baik untuk menikmati pemandangan bawah laut,” kata Haerani yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Selain itu, eksistensi Banteng Liar (Bos Javanicus) yang langka dan hidup di padang rumput Long Tua, Desa Long Alango, Malinau juga tak kalah menarik untuk dijadikan objek wisata andalan Kaltara. “Kedua potensi wisata ini akan dibuatkan studi kelayakannya pada tahun ini. Selanjutnya studi ini disampaikan ke Kementerian Pariwisata untuk kelanjutan pengembangan potensinya,” jelasnya.

Potensi wisata budaya di Kaltara pun patut diperhitungkan. Seperti, event Meja Panjang yang digelar masyarakat Dayak di Desa Pimping, Bulungan dan Desa Setulang, Malinau pada 3 dan 4 Januari lalu. “Adapula potensi wisata budaya lainnya yang layak untuk dikembangkan potensinya pada tahun ini,” ucapnya. Tak itu saja, Dispar Kaltara bersama Dispar kabupaten/kota melakukan pemeliharaan destinasi wisata yang ada menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nagara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi dan Kabupaten.

Baca juga: Rp 4,607 Miliar untuk Dongkrak Pariwisata Kaltara