Puluhan penumpang dari wilayah pandemi COVID-19 tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan

id Km bukit siguntang, pT pelni, pelabuhan tunon taka

Puluhan penumpang dari wilayah pandemi COVID-19 tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan

Petugas dari PT Pelindo dan PT Pelni memeriksa dokumen kesehatan calon penumpang yang akan naik di KM Bukit Siguntang tujuan Balikpapan, Parepare, Makassar dan Larantuka NTT di terminal Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Selasa (30/6)

Nunukan (ANTARA) - Armada KM Bukit Siguntang milik PT Pelni dengan membawa puluhan penumpang yang akan turun di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Puluhan penumpang ini berasal dari Sulsel dan daerah sekitarnya yang merupakan wilayah pandemi COVID-19.

Kepala Operasi PT Pelni Cabang Nunukan, Nurdin mengutarakan, sesuai manifes penumpang yang diterima sebanyak 31 orang yang akan turun di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan

Hanya saja, asal daerah dari puluhan penumpang ini tidak diketahui. "Saya tidak tau kalau asal daerah penumpang yang mau turun," ujar Nurdin pada Selasa.

Sekaitan dengan upaya pencegahan virus korona terhadap kedatangan KM Bukit Siguntang ini, Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan, Aris Suyono menyatakan, tidak akan dilakukan rapid tes karena telah menjadi syarat bagi calon penumpang pada saat membeli tiket kapal.

Penumpang yang akan turun di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan diperkirakan berasal dari Sulsel dan daerah lain di sekitarnya. Dimana daerah itu masih kategori zona merah dengan penambahan positif COVID-19 masih mencapai ratusan orang setiap hari.

Namun Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan, kata Aris, hanya melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan yang dimiliki terutama surat bebas COVID-19 baik PCR atau rapid tes.

Kemudian, tetap dilakukan skrining gejala dan suhu badan serta mengedukasi agar menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing terutama penumpang yang berasal dari wilayah zona merah.

"Skreaning tetap dilakukan baik dokumen terutama surat bebas covid apakah pcr maupun rapid tes dan suhu badan. Kita tetap mengedukasi pula untuk karantina mandiri terutama yang dari zona merah," ungkap Aris melalui sambungan telepon selulernya.

Aris menambahkan, pengawasan terhadap orang saat ini semakin mudah karena telah memiliki HAC online. Dimana bisa mengakses guna memantau orang bersangkutan selama 14 hari.

"Sekarang semakin mudah melakukan pemantauan, kami sudah memiliki HAC online yg kita bisa akses, sehingga pemantauan mereka untuk 14 hari ke depan semakin mudah melalui e-HAC ini," beber dia.

Selanjutnya, penumpang yang naik di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan via KM Bukit Siguntang jumlahnya 200 orang lebih, sebut Nurdin, Manager Operasional PT Pelni Cabang Nunukan.

"Kami belum lihat daftarnya tapi diperkirakan mencapai 200-an orang lebih," kata dia.

Adapun tujuan penumpang yang berangkat dari Pelabuha Tunon Taka Nunukan adalah Parepare dan Makassar, Sulsel, Sultra dan NTT.

Nurdin mengatakan, sebagian dari penumpang yang berangkat adalah warga negara Indonesia yang bekerja di Sabah, Malaysia.

Pantauan di dermaga Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, ABK KM Bukit Siguntang sempat melarang penumpang turun atau buruh pelabuhan naik di kapal jika tidak ada jaminan kesehatan COVID-19 dari tim medis pelabuhan.

Begitu pula dengan penumpang yang akan naik ke KM Bukit Siguntang diperiksa secara ketat oleh petugas dokumen kesehatan yang dimiliki oleh petugas dari PT Pelindo dan PT Pelni Cabang Nunukan.
Pewarta :
Editor : Rusman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar