Polres Tarakan OTT Seorang Oknum ASN KKP Diduga Pungli Vaksin COVID-19

id Vaksin

Polres Tarakan OTT Seorang Oknum ASN KKP Diduga Pungli Vaksin COVID-19

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi saat konferensi pers di Mapolres Tarakan, Rabu (8/9). ANTARA/Susylo Asmalyah.

Tarakan (ANTARA) - Polres Tarakan mengamankan seorang oknum ASN Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tarakan berinisial VD pada hari Senin (6/9) yang diduga melakukan pungutan liar pemberian vaksin COVID-19

"Penangkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa diduga ada yang telah melakukan pungutan liar pengurusan vaksin di KKP," kata Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi saat konferensi pers di Mapolres Tarakan, Rabu.

Kemudian Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Tarakan mendapati bahwa ada empat orang yang hendak vaksin di KKP Tarakan dan sudah melakukan pendaftaran, namun belum dipanggil.

Selanjutnya keempat orang tersebut meminta bantuan pada petugas VD untuk mendapatkan vaksin dengan cara membayar Rp2.700.000,- perorangan.

"Kemudian pada hari Kamis (2/9) keempat orang tersebut memberikan uang sebesar Rp5.000.000,- kepada VD untuk pengurusan PCR," kata Fillol.

Setelah mendapatkan kuitansi PCR, VD menyerahkan kuitansi PCR kepada empat orang tersebut, namun keempatnya belum melakukan swab PCR, agar mendapatkan vaksin Sinovac yang bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan dan Dinkes Pemprov Kalimantan Utara.

"Kemudian pada hari Senin (6/9) keempatnya melakukan vaksin dosis satu dan PCR dan swab PCR di Rumah Sakit Petramedika," kata Fillol.

Pada saat bersamaan Unit Tipidkor Satuan Reskrim menangkap VD saat hendak mengambil uang dari empat terlapor sebanyak Rp5.800.000,-.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi menambahkan bahwa VD sudah diamankan di Mapolres dan menjalani pemeriksaan. Sebelumnya Unit Tipidkor Satuan Reskrim sudah melakukan penyidikan selama dua Minggu terkait dugaan adanya vaksin berbayar.

"Saat ini ada tujuh orang saksi yang sudah diperiksa, terutama orang di sekitar lingkungan kerja VD," kata Aldi.

Dia menjelaskan bahwa VD bukan hanya mengurus vaksin COVID-19, tapi juga paket sekaligus untuk PCR dan tiket pesawat.

Saat dikonfirmasi terkait OTT oknum ASN KKP Tarakan, Kepala KKP Kelas II Tarakan Ahmad Hidayat menyampaikan lewat pesan singkat WhatsApp sudah menerima kabar anak buahnya yang tertangkap, namun belum lengkap.

"Saya masih di luar kota, laporan lengkapnya saya belum terima. Tadi malam saya dikabari," kata Hidayat.
Baca juga: Polda Kaltara-Polres Bulungan Bulungan gelar Vaksinasi Merdeka seretak
Baca juga: Anggota DPR RI ajak masyarakat Kaltara percaya Pemerintah soal vaksin
Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira didampingi Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Muhammad Aldi saat konferensi pers di Mapolres Tarakan, Rabu (8/9). ANTARA/Susylo Asmalyah.