Polres Tarakan ringkus pembobol toko serba ada Ramayana

id Polres

Polres Tarakan ringkus pembobol toko serba ada Ramayana

Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Randhya Sakthika Putra (kiri) dengan tersangka pembobol toko serba ada Ramayana di Tarakan, Selasa (6/6). ANTARA/Susylo Asmalyah.

Tarakan (ANTARA) - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tarakan, Kalimantan Utara berhasil meringkus seorang pencuri berinisial EF (40) yang membobol toko serba ada Ramayana di Tarakan pada hari Selasa (30/5).

"Pelaku pencurian berinisial EF (40) yang terjadi di Jalan Gajah Mada di dalam Ramayana Departemen Store pada tanggal 30 April 2023 lalu," kata Kasat Reskrim Polres Tarakan Iptu Randhya Sakthika Putra di Tarakan, Selasa.

Randhya mengatakan berdasarkan pengakuan pelaku EF yang berhasil masuk ke gedung toko serba ada Ramayana dengan mengangkat pintu geser (rolling door) yang hanya terangkat selutut, dengan mudahnya pelaku pun masuk dan meletakkan sandalnya di depan pintu geser.

“Setelah masuk melalui lantai dasar, pelaku mulai mengambil secara random. Setelah dari lantai dua pelaku kembali ke lantai satu untuk mencari beberapa barang yang akan dia bawa, dan menemukan delapan kotak amal yang tersusun," katanya.

Pelaku pun mencari cara untuk membuka kotak amal tersebut, dengan menggunakan kunci motor miliknya dan satu buah tang yang ia dapat di sekitar lokasi.

Setelah mengambil semua barang curiannya dan hendak mengamankan diri, pelaku melihat ada tiga orang petugas keamanan Ramayana dan akhirnya pelaku pun kabur dan manjat di plafon.

“Pelaku berada di dalam plafon selama satu malam, akhirnya keluar pada 2 Mei 2023. Meloncat dari plafon yang berada di belakang pertokoan Ramayana,” ujarnya.

Selanjutnya, pelaku tidak sempat membawa kabur beberapa barang hasil curiannya karena melarikan diri setelah terlihat oleh petugas.

“Kejadiannya 30 April 2023 sekira pukul 04.00 WITA. Pada saat pelapor Fadli berganti shift dengan rekannya melihat sandal di bawah pintu belakang Ramayana. Pelapor merasa curiga, kemudian pelapor bersama dua rekannya menunggu di depan pintu sampai EF keluar," kata Randhya.

Pada saat EF keluar, Fadli bersama rekannya menangkap terlapor namun terlapor berhasil meloloskan diri dan kabur ke atas plafon.

Pelapor bersama rekannya kehilangan jejak. Atas kejadian tersebut, Ramayana mengalami kerusakan pada bagian pintu, kaca rak, plafon dan baja ringan.

Kejadian itu dilaporkan ke pihak kepolisian. Dan EF berhasil didapatkan setelah anggota unit Resmob melakukan penyelidikan dan mendapat informasi pelaku bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Perikanan pada 30 Mei pukul 16.00 wita pelaku berhasil diamankan.

Sejumlah barang bukti berhasil diamankan di antaranya uang tunai senilai Rp3,597 juta, satu celana panjang berwarna cokelat dengan merek Aero-smith, satu unit kipas berwarna putih merek Miyako, sepasang sepatu berwarna hitam dengan merk Yongki Komaladi serta delapan unit kotak amal.

Pelaku dikenakan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana lima tahun penjara.
Baca juga: Polres Tarakan meringkus tujuh pelaku perjudian
Baca juga: TNI - Polri dan Forkopimda di Tarakan gelar halal bihalal