Pesona Wana Wisata Pesisir Kaltara

id Bekantan tarakan

Bekantan tarakan (Datiz)

Tarakan (Antaranews Kaltara) - Mungkin warga Kalimantan Utara sendiri banyak yang belum tahu bahwa ada obyek wisata menarik yang sangat dekat dengan jantung kota.

Dilaporkan di Tarakan, Jumat obyek wana wisata pesisir itu adalah konservasi hutan bakau dan Monyet Hidung Panjang (Bekantan) (KKMB) di Pulau Tarakan.

Terletak di Jalan Gajahmada hanya butuh sekitar 10 menit dari Hotel Segiri atau sekitar 20 menit jalan kaki dari Swiss-Belhotel Tarakan
untuk menjangkau
KKMB terletak di tengah Kota Tarakan.

Di kawasan yang didirikan 2001 maka pengunjung akan mudah melihat puluhan ekor bekantan bergelayut dari dahan ke dahan pohon bakau.

Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.


Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan.

Pengunjung jika datang pagi bisa melihat kehadiran mereka lebih jelas karena turun ke tempat disediakan dengan umpan pisang.

Badriansyah, penjaga bekatan menjelaskan tanpa pisang mereka tetap tidak kekurangan pangan karena makanan utama pucuk daun dan buah bakau.

Pisang hanya makanan tambahan serta agar mereka jinak atau tidak kabur keluar dari hutan seluas 15 hektare itu.

Arni, salah seorang mahasiwi di Tarakan mengaku bangga dengan wana wisata mangrove dan bekantan karena justru dikenal di dunia, terbukti banyak tamu dari berbagai negara yang sudah berkunjung kesana.

Meskipun ia juga menyarankan agar berbagai fasilitas ditambah misalnya tiolet, tempat sampah, halaman parkir serta layanan Wifi.

Dilaporkan bahwa kondisi jembatan ulin mengelilingi hutan mangrove serta bangunan di dalamnya banyak yang rusak bahkan bisa membahayakan pengunjung.
Pewarta :
Editor: Iskandar Zulkarnaen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar