Wali Kota Tarakan : radikalisme tak mengenal agama

id radikalisme

Wali Kota Tarakan : radikalisme tak mengenal agama

Walikota Tarakan, Khairul di Pemkot Tarakan, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Wali Kota TarakanKhairul mengatakan bahwa masyarakat harus diberi pemahaman tentang radikalisme ada dimana - mana, serta tidak mengenal suku dan agama.

"Namanya radikalisme dan terorisme itu sebagai upaya kekerasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan," kata Khairul usai acara sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Tarakan, Selasa.

Ditegaskanya bahwa radikalisme dan terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apa pun.

Khairul menjelaskan bahwa saat ini acara sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme baru mengundang takmir Mesjid dan Mushola karena kapasitas ruangannya terbatas.

Selanjutnya akan mengundangan agama lainnya serta elemen masyarakat untuk melakukan sosialisasi.

"Hal ini sangat mengkhawatirkan bahwa infiltrasi paham radikalisme sudah menyebar kemana - mana termasuk di pemerintahan, TNI dan Polri jadi ini sangat berbahaya," kata Khairul.

Menurutnya masyarakat perlu diberikan pemahaman, dengan harapan misalnya takmir Mesjid membawa penceramah memberikan ceramah yang mencerahkan masyarakat.

"Termasuk juga di lingkungan Pemkot, saya sampaikan bahwa ajaran ini bisa menyusup kemana - mana dengan menggunakan label - label agama," kata Walikota.

Selain itu diingatkan juga bahwa Islam itu Rahmatan Lil Alamin, rahmat buat seluruh alam semesta.

Baca juga: Polres Tarakan temukan potensi radikalisme di wilayahnya

Baca juga: Saring Informasi, Cegah Radikalisme dan Terorisme


Pewarta :
Editor : Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar